Proyek Pengerasan Bahu Jalan Raya Robatal Terindikasi Tak Sesuai RAB
Cari Berita

Proyek Pengerasan Bahu Jalan Raya Robatal Terindikasi Tak Sesuai RAB

Wednesday, 4 December 2019

Tanah urukan yang digunakan untuk proyek pengerasan bahu jalan di kecamatan Robatal.(Foto : Zainal/Biro Sampang)

SAMPANG, MaduraPost.co.id - Proyek Pengerasan Bahu dan Pembangunan Pelengkap jalan provinsi di kecamatan Robatal butuh pengawasan ekstra dari Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa timur (Jatim) di Sampang.

Pasalnya selain pengerjaan yang terancam molor, proyek dengan anggaran Rp 1,6 miliar itu juga diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Indikasinya, agregat yang digunakan untuk pengerasan bahu jalan dicampur dengan tanah urukan.

Pantauan di lapangan, tumpukan tanah urukan telihat di bekas galian, urukan itu berupa tanah lumpur, dan pasir bercampur batu (sirtu). Sebagian tanah urukan tersebut sudah dihampar dan diratakan. Padahal seharusnya pengerasan bahu jalan harus menggunakan agregat.

Kepala Pembantu UPT Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim Moh. Haris mengatakan, proyek tersebut dikerjakan CV Kencana Bahari. Nilai kontrak kerja sebesar Rp 1.608.896.000. Proyek tersebut terancam molor lantaran pihak rekanan atau kontraktor terkendala dengan dana.

Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum mendapat laporan terkait dengan bahan material yang digunakan dalam proyek tersebut. Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa, pengerasan bahu jalan harus menggunakan agregat murni. Tidak boleh dicampur dengan tanah urukan dan semacamnya.

Kedalaman galian 40 sentimeter, sebelum pemadatan atau pengecoran dilakukan terlebih dahulu galian itu diratakan, kemudian dipasang agregat, dan diatas agregat dilapisi dengan plastik.

"Kemungkinan galian bahu jalan itu terlalu dalam. Sehingga harus ditimbun dengan urukan. Setelah itu baru dipasang agregat," katanya. Rabu (4/12/19).

Sementara itu, Sukandar selaku kontraktor proyek tersebut belum bisa dikonfirmasi terkait dengan proses pengerasan bahu jalan. Saat dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan, tidak direspon. (Mp/Zen/Rul)