Puluhan Sekolah di Sampang Dapat Bantuan Rehab Sarpras dari Kementerian PU
Cari Berita

Puluhan Sekolah di Sampang Dapat Bantuan Rehab Sarpras dari Kementerian PU

Sunday, 3 November 2019

Tukang melanjutkan pengerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas di SDN Morbatoh 3, Kecamatan Banyuates. 
SAMPANG, Madurapost.co.id - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, memberikan bantuan kepada pemkab Sampang berupa program paket rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana (sarpras) sekolah. Program tersebut dimulai pada 13 September - 31 Desember 2019.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menyebutkan sekolah di Kota Bahari yang mendapatkan program rehab sarpras dari Kementrian berjumlah 32 sekolah. Dengan rincian, 31 sekolah dasar negeri (SDN) dan 1 SMPN.

Puluhan sekolah tersebut antara lain, SDN Montor 1 Kecamatan Banyuates; SDN Morbatoh 3, Banyuates; SDN Pamolaan 1 Camplong; SDN Plakaran 2 Jrengik; SDN Rabasan 1, Kedungdung; SDN Ketapang Barat 6, Ketapang; SDN Gersempal 1 Omben; SDN Ragung 2 Pangarengan; SDN Lepelle 1 Robatal; SDN Sokobanah 3 Sokobahan; SDN  Batorasang 1 Tambelangan; dan SMPN 2 Torjun.

Pemerintah pusat melalui Balai Permukiman Wilayah Jawa timur telah membentuk Tim Teknis Pendukung yang terdiri dari unsur pemerintah pusat dan pemerintah dearah. Tim tersebut mempunyai tugas membantu mendukung pelaksanaan program.

Plt Kasi Sarpras SD Disdik Sampang Abdul Rahman mengatakan, program rehab dari Kementerian PU tersebut bertujuan, agar sekolah di Kota Bahari memiliki sarana prasarana yang bagus dan sesuai dengan standar bangunan pemerintah.

"Di Sampang ada 32 sekolah yang mendapatkan program itu. Sekolah penerima bantuan ditentukan berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik)," terangnya kepada Madurapost.co id. Minggu (03/11/19).

Menurut dia, program tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pusat. Mulai dari perencanaan, lelang proyek hingga pelaksanaan. Sedangkan, lembaganya hanya sebatas menerima data dan menjaga agar selama proyek itu dikerjakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berjalan dengan baik.

"Selama proyek itu dikerjakan, KBM dilaksanakan di tempat lain, seperti di lembaga Madrasah, dan rumah-rumah warga yang dekat dengan sekolah itu,"

Proyek rehabilitasi dan renovasi sarpras SDN Morbatoh 3, Banyuates dianggarkan Rp 1.056.755.592. Berdasarkan  papan informasi proyek itu dikerjakan PT Galakarya dengan masa kontrak kerja selama 110 hari terhitung sejak 13 September - 31 Desember 2019.

"SDN Morbatoh 3 mendapat bantuan rehab tiga lokas, RKB 1 lokal, pemasangan paving, pembangunan tembok pagar, toilet atau MCK, lampu penerangan, dan CCTV," katanya.

Selama proyek itu dikerjakan, pihaknya mengaku telah menerima laporan dari kepala sekolah bahwa ada bahan material bekas pembongkaran kelas yang diambil rekanan pelaksana proyek tersebut.

"Kami sudah mendata aset yang dibongkar dan melapor  ke Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sampang," ujarnya.

Ditanya berapa total anggaran dalam program tersebut? Rahman mengaku tidak mengetahui secara pasti. Dia menjelaskan, Setiap paket dianggarkan berbeda. Tergantung jenis pekerjaan yang sudah direncanakan.

"Ada sekolah yang hanya mendapat rehab kelas. Ada juga yang menerima pembangunan ruang kelas baru (RKB), pemasangan paving, pagar, dan fasilitas MCK," ucap Rahman.

Sekertaris Komisi IV DPRD Sampang, Nurul Huda mengatakan, program rehabilitasi dan renovasi sarpras sekolah dari Kementerian bertujuan agar semua sekolah di Indonesia. Khususnya di Sampang memiliki bangunan bagus dan sesuai dengan standar pemerintah.

Politikus asal Kecamatan Sokobanah berharap agar proyek itu dijalankan dengan benar dan sesuai perencanaan. Sehingga, kualitas bangunan kelas bagus, dan tidak mudah rusak.

"Rekanan harus lebih mengedepankan kualitas pengerjaan dibandingkan hasil atau keuntungan yang didapat. Jika proyek itu bagus, ruang kelas bisa bertahan minimal lima tahun," pungkasnya. (mp/zen/rus)