Proyek TPT Di Desa Larangan Luar Diduga Asal-asalan, LSM Korak Ancam Lapor ke BPK
Cari Berita

Proyek TPT Di Desa Larangan Luar Diduga Asal-asalan, LSM Korak Ancam Lapor ke BPK

Thursday, 7 November 2019

Proyek TPT yang berlokasi di Dusun Korebben Desa Larangan luar Kecamatan Larangan.(Foto : Mastuki/Kontributor)

PAMEKASAN, MaduraPost.co.id - Proyek Tembok  Penahan Tanah (TPT) atau proyek plengsengan di Dusun Korebben Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan, dinilai dikerjakan asal asalan.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Rakyat Anti Korupsi (Korak), Amiruddin, mengatakan, dari hasil temuan anggotanya, proyek TPT tersebut dinilai melanggar regulasi lantaran tidak menyertakan Papan Informasi Pengerjaan. Selain itu, kualitas proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan RAB dan RKS.

Ia merinci, dari bahan campuran adonan proyek, tata cara penyusunan batu justru ditata satu baris dengan adonan yang sedikit ( tatanan batu kosong ) sehingga nampak celah saat di amati dari depan sebelum di plester. Bahan yang digunakan juga dari abu bata yang dinilai tak akan memperkokoh TPT.

"Ada dugaan ini dikerjakan hanya untuk meraup untung yang lebih besar karena ada abu batu dalam campuran adonannya dan itupun lumayan banyak," ungkap Amir.

Amir melanjutkan, beberapa proyek pengerjaan infrastruktur di Pamekasan, tak terkecuali di Desa Larangan sering dikerjakan asal-asalan dan hanya mencari keuntungan. Sehingga pihaknya mengancam akan melayangkan laporan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kita akan laporkan, berikut beberapa bukti yang telah kami kantongi," Tegasnya.

Senada dengan Amir, Salah satu anggota LSM Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) Pamekasan, Chandra mangaku akan segera menyerahkan beberapa bukti pekerjaan proyek TPT di Dusun Korebben, Desa Larangan. Bukti tersebut nantinya akan dikirimkan melalui Email ke BPK

"Dengan begitu kita tidak perlu berasumsi panjang lebar, biarkan hukum yang berbicara," Tegas Chandra.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa setempat enggan memberikan keterangan. Bahkan saat awak media mendatangi balai desa, para perangkat desa setempat justru tidak mengindahkan dan  tidak mau menemui.(mp/uki/din)