Proyek Revitalisasi Pasar Sentol Kedungdung Baru 25 Persen, Disperdagprin Warning Rekanan
Cari Berita

Proyek Revitalisasi Pasar Sentol Kedungdung Baru 25 Persen, Disperdagprin Warning Rekanan

Saturday, 2 November 2019

Progres proyek pembangunan pasar Sentol, Kecamatan Kedungdung.(Foto:Zainal/Biro Sampang)

SAMPANG, MaduraPost.co.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang harus lebih maksimal melaksanakan proyek revitalisasi Pasar Sentol, Kecamatan Kedungdung. Pasalnya, hingga saat ini proyek dengan anggaran Rp 1,6 miliar yang bersumber dari APBN 2019 itu masih mencapai 25 persen.

Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang Sapta Nuris Ramlan menyampaikan, proyek revitalisasi pasar sentol dimulai sejak 19 Juli 2019. Berdasarkan laporan dari konsultan pengawas, minggu kemarin progres pengerjaan proyek tersebut mencapai 25 persen.

"Memang ada keterlambatan pengerjaan. Kami evaluasi terus, kami usahakan selesai tempat waktu sesuai kontrak. Kalau tidak bisa, dananya tidak akan dicairkan," terang Sapta. Sabtu (02/11/19).

Dia menjelaskan, proyek revitalisasi pasar sentol, Kedungdung dikerjakan CV Makmur yang beralamat di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sampang. Kontak kerja dimulai pada 19 Juli sampai 19 Desember 2019.

Keterlambatan pengerjaan proyek, disebabkan karena pada saat akan melakukan pembongkaran ada proyek pelebaran jalan. Sehingga, rekanan kesulitan untuk memasukkan alat berat dan bahan material.

Pihaknya berupaya mempercepat pengerjaan proyek tersebut. Salah satunya, dengan mengirimkan teguran tertulis kepada konsultan pengawas dan kontraktor. Mereka diminta untuk lebih maksimal dan profesional mengerjakan proyek tersebut. Proyek harus sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), dan selesai tepat waktu,

"Kami sudah memberikan warning atau peringatan kepada rekanan. Mereka diminta agar pengerjaan dikebut, jumlah tukang ditambah dan kerja lembur," ujarnya.

Pihaknya mengaku aktif melakukan pengawasan terhadap proyek itu. Setiap minggu tim dari dinas dan konsultan pengawas datang kelokasi untuk melihat progres pengerjaan proyek.

"Tiap minggu kami ke lokasi. Kami tidak mau proyek itu molor, karena itu masuk program DAK

Sementara itu, Sukirno rekanan yang menggarap proyek tersebut mengklaim bahwa, progres pengerjaan sudah signifikan. Penimbunan lahan, pembangunan pondasi dan tiang sudah selesai.

Progres pengerjaan paling besar dalam proyek itu ialah di pemasangan baja. Saat ini bahan tersebut sudah ada di lokasi dan tinggal dipasang. Dengan begitu, progres pengerjaan bisa disebut mencapai sekitar 60 persen.

"Pemasangan tiang baja kami targetkan selesai dalam waktu 15 hari" janjinya.

Pihaknya menyampaikan, keterlambatan pengerjaan juga disebabkan karena lahan yang ada sempit. Di lokasi juga ada urugan tanah sedalam 1,7 meter. Sehingga, tidak ada tempat untuk bahan material

"Kami akan menyelesaikan proyek itu sebelum masa kontrak pengerjaan habis. Setiap hari pengerjaan dikebut meski sampai sekarang belum ada pencarian dana," pungkasnya. (mp/zen/rul)