Proyek Pembangunan PUSTU di Desa Toket Kecamatan Proppo, Diduga Penuh Dengan Tipu Daya
Cari Berita

Proyek Pembangunan PUSTU di Desa Toket Kecamatan Proppo, Diduga Penuh Dengan Tipu Daya

Monday, 11 November 2019

Proyek pembangunan Pustu di Desa Toket Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan.(Foto: Mastuki/Kontributor)

PAMEKASAN, MaduraPost.co.id - Dibalik besarnya anggaran yang dikucurkan untuk proyek pembangunan Puskesmas pembantu (Pustu) di Desa Toket Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, ada beberapa hal yang sangat janggal, Minggu (09/11/2019 )

Kejanggalan tersebut nampak dari bahan material yang digunakan dan tata cara pekerjaan hingga pelaksana yang tidak sama.

Untuk bahan seperti besi ukurannya tidak pas antara keterangan yang disampaikan pekerja dengan ukuran aslinya menggunakan sketchmath.

Saat dimintai keterangan terkait ukuran besi yang dipakai, pekerja menyebut besinya berukuran 10 mm tapi saat diukur langsung menggunakan sketchmath ada selisih sekitar 2 mm yakni berukuran 8 mm.

"ukuran 10 mm kecil pak," alibi kepala pekerja.

Sedangkan untuk pondasinya dimana menurut Amiruddin LSM Korak ( Komando Rakyat Anti Korupsi ) seharusnya menggunakan batu gunung, namun kenyataannya menggunakan batu pondasi kotak ( betor )

"seharusnya untuk pondasinya menggunakan batu gunung, namun disini yang ada menggunakan betor ( batu pondasi kotak ). Dan kepala pekerja menyatakan ini sudah atas perintah dari orang dinas," tutur Amir LSM KORAK

"sebenarnya kalau mau dijabarkan bukan cuma besi ataupun pondasi saja yang saya duga menyimpang dari RAB. Pelaksana proyek tersebut juga tidak sama antara keterangan kepala pekerja dengan data yang tertera di papan informasi pekerjaan, dan saya duga proyek ini sudah diperjual belikan," imbuhnya.

Dalam proyek tersebut tertulis pelaksana proyeknya ialah CV DUA PUTRA JAYA dimana direkturnya ialah Holilur Rahman dengan nomer NPWP : 82.225.761.4-608.000 namun dari keterangan kepala pekerja menyebut pelaksana proyek ini ialah salah satu Kepala Desa di Kabupaten Pamekasan.

Sampai berita ini dipublish Ali Maksum pihak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan menolak memberikan keterangan apapun. (mp/uki/din)