Protes Pemkab Bangkalan, Pedagang Pasar Tanah Merah Buang Puing-Puing Sisa Kebakaran ke Bahu Jalan
Cari Berita

Protes Pemkab Bangkalan, Pedagang Pasar Tanah Merah Buang Puing-Puing Sisa Kebakaran ke Bahu Jalan

Sunday, 3 November 2019

Limbah kebakaran pasar Tanah Merah memenuhi bahu jalan Jl. Kamal – Kali Anget Desa Petrah Kecamatan Tanah Merah, Jabupaten Bangkalan, sehingga menyebabkan macet total. (Foto: Suryadi/Biro Bangkalan)
BANGKALAN, Madurapost.co.idSejumlah pedagang di Pasar Tanah Merah, melakukan aksi protes dengan membuang limbah sisa kebakaran di bahu jalan. Sontak, aksi tersebut mengakibatkan kemacetan total di sepanjang Jl. Kamal – Kali Anget, Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Bangkalan, Sabtu (03/11/2019).

Salah satu Pedagang di Pasar Tanah Merah, Bangkalan, Lukman Hakim, mengaku kecewa kepada pemerintah setempat lantaran sampai saat ini pemerintah lamban menangani Pasar Tanah Merah usai insiden kebakaran pada Senin malam, (28/10) lalu.

"Kami memang mengangkut sendiri limbah yang ada di dalam dan membuangnya di bahu jalan pasar tanah merah," terangnya.

Menurut Lukman, Pemkab setempat dinilai tutup mata terhadap nasib para pedagang di Pasar Tanah Merah.  Padahal banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari berjualan di pasar.

"Di sana sudah ada pemborongnya, kenapa belum dibersihkan, sedangkan masyarakat ingin cepat-cepat jualan," terangnya terhadap wartawan Madurapost.co.id Bangkalan.

Lukman berharap Pemkab Bangkalan segera mengambil langkah strategis agar para pedagang bisa kembali melakukan transaksi jual beli sebagaimana semula.

"Kami berharap pemerintah secepatnya mengambil," pintanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Pasar Tanah Merah, Wasik, mengaku saat ini pihaknya masih menunggu dari intruksi Dinas terkait. Menurutnya, sebagian kios di Pasar Tanah merah saat ini sudah masuk proses lelang.
 "Sebagian itu sudah ada yang di lelang," paparnya.

Wasik juga berdalih, jika dirinya tidak paham juga terkait pihak yang diperbolehkan untuk mengambil sampah tersebut. Ia bahkan menyebut jika anggaran terkait penanganan pasar tanah merah juga belum diurus.

"Mungkin kalau dari dinas perdagangan untuk anggarannya masih belum keluar, atau belum diurus, karena sampai hari ini tidak ada instruksi terhadap kepala pasar," tutupnya. (mp/sur/din)