Pesan Moral Pelantikan HMI Pamekasan di Hari Pahlawan
Cari Berita

Pesan Moral Pelantikan HMI Pamekasan di Hari Pahlawan

Sunday, 10 November 2019

Pemuda Pamekasan dari kalangan pelajar IAIN Madura berswafoto pasca dilantik jadi kader pengurus HMI. 

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, pemuda di Kabupaten Pamekasan dilantik jadi kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di Pendopo Budaya, Jalan Jokotole Kota Pamekasan, Minggu (10/11).

Pemuda tersebut segerombolan para pelajar yang aktif di perguruan tinggi, kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Mereka diambil sumpah jabatan oleh Ketua HMI Pamekasan Ahmad Hokim sebagai kader dan pengurus sah periode 2019-2020.

10 November merupakan Hari Pahlawan. Sejarah menyebutkan pada peristiwa tersebut terjadi sebuah agitasi perlawanan masyarakat Surabaya (yang dikenal arek-arek/pemuda Suroboyo) terhadap sekutu sebagai bentuk mempertahankan kemerdekaan yang menewaskan Jenderal AWS Mallaby.

Ketua HMI Pamekasan Ahmad Hokim mengatakan, pelantikan yang bertepatan dengan Hari Pahlawan, murni merupakan inisiasi panitia pelaksana. Meski demikian, pihaknya mengapresiasi dan memberi dukungan.

"Kader dan pengurus HMI yang baru dilantik, semoga semangatnya tidak mengalahkan para pahlawan dan pendahulu kita. Terutama dalam menjaga marwah organisasi," kata Ahmad Hokim, Minggu (10/11).

Dengan demikian, kata Ahmad Hokim, pelantikan dan Hari Pahlawan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengkaderan dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dan mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

"Kita merasa beruntung karena hidup dimasa yang damai dan menikmati hasil jerih payah dari para pahlawan yang telah berhasil melepaskan Indonesia dari tangan penjajahan," terang Ahmad Hokim menjelaskan makna Hari Pahlawan.

Menurutnya, pemuda dalam merefleksikan Hari Pahlawan, perlu mengenangnya secara dalam. Terutama mengenal pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, baik sebelum merdeka maupun setelah merdeka.

"Pahlawan yang kita kenal saat Indonesia belum merdeka seperti Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bondjol, Sultan Ageng Tirtayasa, R.A Kartini, Pattimura, Sultan Hasanuddin," tandasnya. (mp/fat/red)