Pemohonan Akta Kematian Di Sampang Rendah, Dispendukcapil Gandeng Rumah Sakit - Puskesmas
Cari Berita

Pemohonan Akta Kematian Di Sampang Rendah, Dispendukcapil Gandeng Rumah Sakit - Puskesmas

Friday, 8 November 2019

Petugas Dispendukcapil Sampang melayani pengajuan akta kelahiran.(Foto: Zainal/Biro Sampang)

SAMPANG, MaduraPost.co.id - Kesadaran masyarakat di Kabupaten Sampang untuk mengurus administrasi kependudukan (adminduk) berupa akta kematian masih rendah. Hingga saat ini persentase pemohonan akta tersebut berada di angka kisaran 10 persen.

Plh Kepala Dispendukcapil Sampang, Edi Subinto mengatakan, selama ini lembaganya aktif menyosialisasikan kepada masyarakat terkait dengan pentingnya pengurusan akta kematian bagi keluarganya yang sudah meninggal dunia. Sosialisasi dilakukan di kecamatan dan kantor dinas.

Menurut dia, hingga kini minat masyarakat Kota Bahari untuk mengurus akta kematian rendah. Sebagian warga masih enggan membuat akte tersebut karena dianggap tidak begitu penting dimiliki.

"Persentase pemohon akta kematian secara nasional memang masih rendah. Salah satu penyebabnya karena masyarakat kurang sadar akan pentingnya akte kematian," terang Edi kepada Madurapost.co.id. Jumat (08/11/19).

Edi menjelaskan, kepemilikan akte kematian sangat penting. Sebab, dokumen tersebut bisa digunakan untuk mengur warisan. Jika sudah mempunyai akta kematian, ahli waris bisa dengan mudah mengurus warisannya kepada lembaga-lembaga pertanahan dan warisan.

 "Saat ingin mengurus warisan tanah. Pasti akta kematian itu ditanya, dan menjadi syarat penting," paparnya.

Dia memaparkan, sampai saat ini pemohon akta kematian tidak banyak. Hanya didominasi kalangan-kalangan tertentu. Misalnya, para pengawal negeri sipil (PNS), dan warga non-muslim.

"Rata-rata digunakan untuk persyaratan dan  kelengkapan berkas," paparnya.

Pihaknya terus berupaya meningkatkan persentase pemohon akta kematian di Sampang. Salah satu cara yang dilakukan ialah dengan menggandeng rumah sakit dan puskesmas. Sehingga, apabila ada warga yang meninggal di puskesmas atau rumah sakit bisa Langsung didata dan dibuatkan akta kematian.

"Asal datanya lengkap, nanti orang Sampang yang meninggal di rumah sakit atau puskesmas bisa langsung dibuatkan akta kematian. Dengan begitu, angka pengurusan akta kematian bisa terus meningkat," pungkasnya. (mp/zen/din)