Tiga Tahun Alat Rekam Rusak, Tanpa Perhatian dari Pemerintah
Cari Berita

Tiga Tahun Alat Rekam Rusak, Tanpa Perhatian dari Pemerintah

Wednesday, 9 October 2019

alat rekam e-KTP di kecamatan Kokop kabupaten Bangkalan tidak dapat difungsikan lagi


BANGKALAN, Madurapost.co.id 
- Zainullah kepala desa Amparaan, kecamatan Kokop, kabupaten Bangkalan keluhkan fasilitas rekam e-KTP di kecamatan. Rabu, (9/10/19).

Pasalnya sudah tiga tahun lebih alat rekam di kecamatan Kokop tidak dapat difungsikan karena rusak.

"Kami sudah meminta bantuan terhadap pak camat untuk pengadaan alat baru, karena masih banyak warga yang usianya sudah diatas 17 tahun, dan yang sudah tua-tua tidak dapat melakukan rekam e-KTP," terangnya.

Ia berharap Dispendukcapil Bangkalan dapat memberikan solusi ataupun pinjaman, karena hingga saat ini kepala desa masih menggunakan dana pribadi untuk mobilisasi warganya untuk melakukan rekam e-KTP di kabupaten.

"e-KTP merupakan kebutuhan dasar bagi warga, dan itu adalah administrasi kependudukan," ujar orang nomor satu di desa Amparaan itu.

Pihak kepala desa sudah sering menyampaikan terhadap kecamatann Kokop. Dan pak camat pun sudah menyampaikan terhadap instansi terkait.

"Namun informasi yang disampaikan terhadap kami untuk pengadaan alat rekam itu anggaran APBN bukan APBD," pungkasnya.

Herman Finanda anggota Komisi A DPRD Bangkalan selaku mitra dari dispendukcapil Bangkalan menjelaskan, bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar segera dicarikan solusi.

"Kita akan memanggil pihak dispendukcapil untuk mencari solusi dari permasalahan ini, jika itu memang anggaran ABPN, maka kita mengintruksikan agar dinas terkait segera mengajukan alat yang dibutuhkan masyarakat," tuturnya saat ditemui tim Madurapost.co.id.

"Jika seandainya di dispendukcapil ada alat rekam yang tidak difungsikan, maka akan kita koordinasi agar bisa alokasi terhadap kecamatan Kokop," imbuhnya. (mp/sur/rul)