Sentil Media Online, DPRD Sumenep Bicara Soal Legalitas Perusahaan
Cari Berita

Sentil Media Online, DPRD Sumenep Bicara Soal Legalitas Perusahaan

Thursday, 10 October 2019

DPRD Sumenep Indra Wahyudi Wakil ketua DPRD Sumenep saat di datangi sejumlah wartawan. 
SUMENEP, Madurapost.co.id - Anggota DPRD Sumenep Indra Wahyudi secara terang-terangan menyentil media online sebagai media ecek-ecek. Pernyataan tersebut disampaikan dalam statusnya di akun facebook, Kamis (10/10/2019).

Status tersebut discrenshot. Sehingga menjadi viral diberbagai sosial media seperti WhatsApp. Begini isi statusnya: "Cara kerja anda yg baik sbg politisi akan terukur dan berbanding lurus dengan hasil perolehan suara anda pada setiap perhelatan dan momentum politik: Pileg, Pilkades maupun Pilbup. Media “ecek-ecek″ yang cenderung mendiskreditkan anda dalam setiap pemberitaannya tak akan mengalahkan popularitas anda di mata masyarakat".

Namun sayang, politisi dari Partai Demokrat tersebut mengelak saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan terkait unggahan statusnya. Maksud status itu adalah wartawan yang tidak jelas keberadaannya.

“Media-media yang keberadaannya tiba-tiba ada, satu minggu ada, satu minggu tidak ada. Saya berharap, kemudian tidak ada media yang seperti itu. Dalam tanda kutip, media ecek-ecek yang saya sebut disini adalah pertama, legalitas kelembagaannya tidak jelas,” ujarnya.

Selain itu, Indra menyebutkan media ecek-ecek adalah media yang tidak memiliki legalitas perusahaan yang jelas. Misalkan media yang tidak dinaungi PT sesuai yang di amanatkan undang-undang.

“Kemudian tidak ada identitas keberadaannnya, tidak jelas. Sebab, jika ini dibiarkan maka kredibilitas media yang formil, seperti media media lokal atau nasional yang sudah berdiri, ini akan berimbas buruk dengan adanya media media yang seperti ini (ecek ecek, red),” paparnya.

Saat disinggung media apa yang dimaksudnya?  Indra tidak menyebutkan nama. Namun, diakuinya, media ecek-ecek tersebut, ada media lokal dan nasional.

“Oh tidak, jadi yang saya katakan seperti ini adalah kita sampaikan bahwa media, terlepas medianya ada di Sumenep, atau ada media yang  dibikin pusat. Saya tidak tahu. ada beberapa media yang tiba-tiba, satu minggu ada, satu minggu tidak ada. Muntaber bisa dibilang begitu," tutupnya. (mp/fat/lam)