Proyek TPJ di Dusun Oro Desa Dabuan Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Kini Jadi Sorotan Sejumlah LSM
Cari Berita

Proyek TPJ di Dusun Oro Desa Dabuan Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Kini Jadi Sorotan Sejumlah LSM

Friday, 11 October 2019

Proyek TPJ yang berlokasi di Dusun Dusun Oro Desa Debuan Kecamatan Tlanakan Pamekasan.(Foto: Chandra)

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Banyak kegiatan proyek di Kabupaten Pamekasan selalu disembunyikan identitasnya. Karena kegiatan proyek tersebut sama sekali tidak nampak adanya papan informasi di Lokasi pekerjaan

Sama halnya seperti proyek yang tengah disoroti oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berada di Dusun Oro Desa Dabuan Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, Kamis.(10/10/2019)

Proyek tersebut berupa TPJ ( Tembok Penahan Jalan ) yang dalam pekerjaannya sangat miris sehingga menjadi sorotan.

Menurut Hasbul anggota LSM Pagar Jati ( Paguyuban Arek Jawa Timur ) dan Amir LSM Korak ( Komando Rakyat Anti Korupsi ) banyak celah yang diduga sebagai lahan pelaksana memperkaya diri.

"ada beberapa faktor yang membuat kami selaku lembaga kontrol sosial menduga bahwa adanya proyek tersebut hanyalah kedok pelaksana untuk sekedar memperkaya diri tanpa mementingkan kuantitas dan kualitas yang sudah diatur oleh pemerintah," ujar Amir

"sebagai contoh ialah proyek tersebut tidak ada kejelasan karena tidak nampak adanya papan informasi pekerjaan yang seharusnya terpasang sebelum pekerjaan itu dilaksanakan," jelasnya.

Sedangkan kelemahan lain disampaikan langsung oleh Hasbul.

"bukan cuma masalah papan informasi saja, tatanan batu dan pasangan adonannya pun bisa dikatakan asal - asalan. Bahan apa yang dipakai oleh pelaksana sehingga adonan yang sudah mengering berwarna pucat seperti ini ( menunjukkan adonan keringnya ). Seharusnya jika menggunakan takaran yang di anjurkan pemerintah maka adonan saat mengering berwarna agak gelap karena hanya terdiri dari pasir jawa dan semen," ungkap Hasbul

"dan antara satu batu dengan batuan satunya seperti nampak sekali sedikit adonan bahkan ada yang hampir tidak ada adonan, dengan kata lain tatanan batu kosong," imbuhnya.

Dengan beberapa temuan tersebut, mereka sepakat akan melakukan pengaduan ke BPK langsung sebagai lembaga audit negara. Dan sampai saat berita ini di publish tak satupun pejabat Kecamatan Tlanakan yang punya wewenang terkait proyek tersebut memberikan keterangan, baik Ibu Camat Tlanakan ataupun PJ Desa Dabuan. (mp/can/red)