Proyek Saluran Irigasi Di Desa Larangan Badung Tumpang Tindih, LPK-P2HI akan Laporkan
Cari Berita

Proyek Saluran Irigasi Di Desa Larangan Badung Tumpang Tindih, LPK-P2HI akan Laporkan

Saturday, 5 October 2019

Pekerjaan saluran irigasi yang diduga tumpang tindih didesa Larangan Badung

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Pekerjaan proyek saluran irigasi di dusun beltok desa Larangan Badung kecamatan Palengaan menjadi sorotan LSM Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPK-P2HI). Jum'at 04/10/2019

Hal itu disebabkan karena proyek saluran irigasi tersebut dikerjakan pada lokasi pekerjaan plengsengan yang dikerjakan pada tahun 2017.

Pantauan dilokasi, pelaksana proyek hanya mengelupas bagian luar proyek plengsengan yang masih layak dan membongkar sebagian untuk dijadikan sebagai saluran irigasi.

Sebagian pekerjaan yang seharusnya di gali di ganti dengan sigaran (tampolong). Adapun material campuran yang digunakan adalah pasir takat dan abu batu.

Masyarakat sekitar yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa proyek tersebut tumpang tindih.

"Pekerjaan ini mas begitu mencurigakan karena bagian selatan kurang lebih 25m ada plengsengan yang masih layak kemudian di kerjakan kembali hanya di buang bagian kulitnya lalu di perbarui dan di tambah bagian sebelahnya serta di utara sana (sambil menunjuk kearah sigaran) itu tidak di gali malah di ganti sigaran (tampolong)" Katanya kepada madurapost

Menurut M.Saleh dari LSM LPK-P2HI mengatakan, Proyek tanpa papan informasi tersebut akan menjadi atensi khusus untuk ditindak lanjuti.

"Kami yakin kalau pekerjaan tersebut tidak sesuai RAB. Yang penting kami sudah tahu identitas dan sumber proyek tersebut, termasuk pelaksana di lapangan. Akan kami laporkan" kata Saleh

Lebih lanjut M.Saleh mengatakan bahwa adanya proyek tumpang tindih disebabkan lemahnya pengawasan dan adanya dugaan jual beli proyek yang dilakukan oleh oknum instansi terkait. (mp/zai/rus)