Proyek Pengecatan Sunscreen Dinilai Buang-buang Anggaran, DPRD Sumenep: Akan Kami Evaluasi
Cari Berita

Proyek Pengecatan Sunscreen Dinilai Buang-buang Anggaran, DPRD Sumenep: Akan Kami Evaluasi

Friday, 25 October 2019

 ‘Sunscreen’  di Simpang Empat sebelah Utara Masjid Jamik Sumenep.(Foto: Fatholla)

SUMENEP, Madurapost.co.id - Proyek Pengecatan ' Sunscreen' yang berada di Simpang Empat sebelah Utara Masjid Jamik,  Sumenep, mendapatkan kritikan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Jumat, (25/10/2019).

Pantauan di lapangan, Saat ini sejumlah perangkat ‘sunscreen’ tersebut terlihat diturunkan, alasannya untuk dilakukan pengecatan ulang dengan bermotif batik.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, H.M Latif, menilai proyek pengecatan senilai 200 juta itu justru hanya terkesan membuang anggaran dan tak memiliki dampak yang significan. Menurutnya, kebijakan Dinas terkait yang menurunkan beberapa perangkat sunscreen dengan alasan pengecatan, tidak masuk akal.

"Seharusnya sebelum proyek itu dibangun, perencanaannya harus matang. Kalau seperti ini kan, waktu itu perencanaannya hanya etengah hati karena ujung-ujungnya minta anggaran lagi," Terangnya saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak).

Politikus Partai Persatuan Pembanguna  itu melanjutkan, kontruksi bangunan Sunscreen yang telah menelan anggaran 1,5 M pada tahun 2016 itu,  saat ini justru tidak memiliki manfaat yang menyentuh kesejahteraan masyarakat. Belum lagi, biaya perawatan tiap tahun yang terkesan hanya pemborosan anggaran.

"Percuma saja sekalipun sunscreen itu dicat dengan motif batik tapi tetap tidak akan berdampak apa apa pada pengrajin batik," Sesalnya.

Untuk itu, Sambung Latif, pihaknya akan melakukan evaulasi terkait  anggaran pemeliharaan ‘sunscreen’, Agar tidak hanya terkesan menghambur-hamburkan anggaran dan sekedar main-main proyek.

“Yang jelas semua proyek itu kedepan akan kita evaluasi. Termasuk pelaksanaannya pun akan selalu kita awasi,” terang legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Sumenep itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Cipta Karya Sumenep, Moh. Jakfar, mengatakan, empat sisi ‘sunscreen’ yang berwarna kuning tersebut akan dicat bermotif batik dengan alasan memperindah tata kota. Pengerjaan itu juga ditargetkan rampung pada akhir Desember 2019 mendatang.

"Sumenep juga punya pengrajin batik selain keris, nah itu akan ditampilkan disitu," jelasnya.

Untuk diketahui, proyek "sunscreen" yang berupa konstruksi besi dan plat besi didesain bisa memantulkan bayangan atau gambar bermotif batik khas Pulau Madura. Mega proyek tersebut dibangun dengan dibiayai melalui APBD Sumenep 2016 senilai Rp1,5 miliar lebih.(Mp/Fat/Din)