Pengungkapan Kasus Korupsi SMPN 2 Ketapang Tuntas, Tujuh tersangka Sudah Ditahan
Cari Berita

Pengungkapan Kasus Korupsi SMPN 2 Ketapang Tuntas, Tujuh tersangka Sudah Ditahan

Wednesday, 2 October 2019

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo (tegah) didampingi Wakapolres, dan Kasatreskrim menunjukan berkas barang bukti kasus korupsi proyek pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang

SAMPANG, Madurapost.co.id - Polres Sampang telah menuntaskan pengungkapan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan RKB di SMPN 2 Ketapang. Sedikitnya, tujuh tersangka sudah ditahan di rutan kelas IIB Sampang.

Yakni, direktur CV Amor Palapa, Abdul Aziz, peminjam CV Maskur Kiranda, pelaksana proyek Noriman, dan konsultan pengawas Didik Hariyanto dan Sofyan sebagai konsultan pengawas. Lalu, Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) Akh Rojiun, dan terakhir Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) M Jupri Riyadi

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan, dalam pengungkapan kasus Tipikor proyek pembangunan RKB di SMPN 2 Ketapang ada tujuh tersangka dilakukan penahanan. Mulai dari pemilik CV, peminjam CV, konsultan pengawas, hingga PPK dan PPTK.

"Nilai kerugian negara dalam kasus tersebut Rp 134 juta," ungkap Didit saat melakukan pres realis di Mapolres Sampang. Rabu (02/10/19).

Didit menerangkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari hasil pengembangan tersangka Abd Aziz selaku Direktur CV dan berlanjut ke peran tersangka lainnya.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Subiantana, menerangkan pelapor kasus korupsi RKB SMPN 2 Ketapang yaitu Abd Aziz. Dari laporan itu penyidik mengembangkan perkara tersebut hingga menyeret tersangka lain termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan (PPTK).

"Pelapor awal itu Abd Aziz bukan Jupri Riyadi. Kemudian, kita lakukan pengembangan dan berkas dikirim ke kejaksaan, dari situ ada petunjuk P19 dan mengembang keenam tersangka," jelasnya.

Subiantana kembali menegaskan, Jupri tidak melaporkan ambruknya gedung sekolah. Karena sebagai PPK yang mempunyai kewenangan untuk mengawasi proyek tersebut. Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti berkas administrasi pengerjaan proyek SMPN 2 Ketapang.

"Silahkan nanti dibuktikan di persidangan, kalau melaporkan tidak (Jupri), dia harus ikut mengawasi terhadap pembangunan sekolah itu," pungkasnya.

Pernyataan penyidik Polres Sampang bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Jupri Riyadi saat ditahan  Kejaksaan negeri (Kejari) Sampang. Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) itu mengaku kaget dengan statusnya yang dijadikan sebagai tersangka. Padahal, dirinya yang pertama kali melaporkan kasus tersebut kepada penyidik polres Sampang. (mp/zen/rul)