Kejari Sampang Tepis Isu Lelet Tangani Kasus DD Sokobanah Daya, "Pelapor kurang sabar"
Cari Berita

Kejari Sampang Tepis Isu Lelet Tangani Kasus DD Sokobanah Daya, "Pelapor kurang sabar"

Tuesday, 8 October 2019

Edi Sutomo Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sampang.(Foto: Saman/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co.id - Aktivis Anti korupsi kabupaten Sampang, Sukandar melaporkan Kejari Sampang ke Ombudsman RI karena dianggap lelet dalam melakukan proses hukum terkait dugaan korupsi program Dana Desa (DD) di Desa Sokobanah Daya.

Menanggapi Laporan tersebut, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Sampang, Edi Sutomo menepis kalau pihaknya dianggap lelet dalam menangani kasus DD Desa Sokobanah Daya.

Menurut Edi, Sapaan akrab Kasi Pidsus. bahwa proses Penyelidikan yang dilakukan sampai saat ini masih menunggu hasil keterangan ahli terkait adanya unsur kerugian negara.

"Kami kemaren sudah turun ke lokasi bersama ahli untuk menghitung adanya unsur kerugian negara, sekarang kami masih menunggu hasilnya untuk dilakukan gelar perkara" Kata Edi. Selasa, 08/10/2018

Lebih lanjut Edi menjelaskan bahwa dirinya selalu welcome terhadap masyarakat maupun LSM yang melaporkan Kasus DD Desa Sokobanah Daya untuk bertanya perkembangan proses hukum yang dilakukan Kejaksaan.

"Silahkan datang kesini kalau mau tau perkembangan proses penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan. Kami bekerja sesuai prosedur, jadi bukan kami lelet tapi mungkin pelapornya kurang sabar" sambung Edi dengan nada heran

Sebagaimana diketahui, LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur telah melaporkan adanya dugaan tindak  pidana Korupsi program Dana Desa (DD) 2019 di Desa Sokobanah Daya ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sampang Tanggal 11 Maret 2019.

Salah satu sampel proyek yang dilaporkan adalah pekerjaan saluran Irigasi dengan Anggaran Rp 589.246.000 di Dusun Lebak Desa Sokobanah yang dalam realisasinya terjadi tumpang tindih dengan proyek lain yang sebelumnya sudah ada.(mp/man/rul)