Hilmi, Pemuda Inspiratif Asal Ketapang, Jualan Sambil Menghafal Al-Qur'an
Cari Berita

Hilmi, Pemuda Inspiratif Asal Ketapang, Jualan Sambil Menghafal Al-Qur'an

Thursday, 3 October 2019

Hilmi (Tengah) Pemuda Tahfiz Al-qur'an saat berjualan Juz Buah di Jl. Raya Ketapang, Sampang.
SAMPANG, Madurapost.co.id - Dibawah terik matahari yang menyengat,  Crew madurapost. Menyusuri lorong untuk mencari  informasi penting yang bisa disajikan kepada publik. Rabu, 02/10/2019

Hingga akhirnya crew madurapost berhenti di simpang tiga pasar Ketapang kecamatan Ketapang kabupaten Sampang.

Pada saat itu, crew Madurapost melihat Seorang pemuda berjualan Juz buah. Seketika crew madurapost menghampiri pemuda tersebut, tidak disangka ternyata pemuda tersebut sedang memegang Al-Quran sambil menghafal.

Pemuda itu bernama Hilmi ( 18 th), Warga desa Ketapang Daya Kecamatan Ketapang. Dengan dibantu seorang temannya, Hilmi Berjualan Juz mulai Jam 09.00 WIB sampai Jam 14.00 WIB.

Sambil berjulan Juz, Hilmi tetap istiqomah menghafal Al- Qur' an, Bahkan sejak empat tahun yang lalu sampai saat ini Hilmi sudah hafal 8 Juz.

Hilmi yang merupakan Kakak tertua dari lima bersaudara dengan iklas membantu Ibunya untuk mencari Nafkah demi kebutuhan keluarga.
"Saya sudah tiga bulan kak, yang jualan Jus, untuk membantu ibu kak" kata Hilmi. 

Ibu Hilmi bernama Ema berprofesi sebagai seorang perawat dan mempunyai klinik kesehatan yang berada di sebelah utara Kecamatan Ketapang.

"Ibu saya perawat kak, Juga mempunyai klinik kesehatan. Tapi kalau semua dibebankan pada ibu, kan kasihan kak" Kata Hilmi kepada madurapost.

Lebih lanjut Hilmi mengatakan, Bahwa membantu orang tua adalah kewajiban kita sebagai seorang anak, tanpa harus melihat profesi orang tua.

Pada saat ini Hilmi tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMA, Karena Hilmi yang merupakan lulusan SMP pondok pesantren Salafiah di Jember dan Sempat Mondok di PP Al-Amin Prenduan terlambat pada saat mau mendaftar masuk SMA 1 Ketapang.

"Insyaallah tahun ajaran baru mendatang saya akan mendaftar di SMA 1 Ketapang kak, Sekarang tidak sekolah karena kemaren lambat yang mau daftar" Katanya kepada madurapost.

Catatan redaksi.

Dalam sebuah hadist, Rosulullah bersabda " Pemuda hari ini adalah pemimpin dihari esok".

Namun perkembangan zaman yang kita rasakan saat ini, telah membawa generasi muda bangsa Indonesia terjebak dalam kungkungan primordialisme dunia yang mengantarkan pada jurang kehancuran.

Seperti pergaulan bebas dan penggunaan obat terlarang  serta gemerlap dunia hiburan malam menjadi hal yang biasa kita lihat. Terutama para generasi muda yang hidup dalam golongan keluarga ekonomi menengah keatas.

Padahal kita tahu, bahwa barometer kehidupan dan kemajuan bangsa terletak pada generasi muda yang cerdas dan bertanggung jawab. Maka dengan adanya sosok pemuda seperti Hilmi diharapkan menjadi inspirasi kepada para pemuda untuk selalu tekun dalam belajar dan bertaqwa kepada Allah SWT. (mp/ron/rus)