Hendak Melakukan Transaksi Narkoba di Sebuah Mushalla, Juriyanto di Gelanggang Satres Narkoba Sumenep
Cari Berita

Hendak Melakukan Transaksi Narkoba di Sebuah Mushalla, Juriyanto di Gelanggang Satres Narkoba Sumenep

Monday, 7 October 2019

Juriyanto Setetelah Diamankan di Mapolres Sumenep.(Foto: Fatholla)

SUMENEP, Madurapost.co.id - Meski mengelak 2 Klip Kecil Narkotika Jenis Sabu bukan miliknya Juriyanto (43) tetap di Gelanggang Satres Narkoba Sumenep,Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur,Minggu (07/10/2019)

Juriyanto Warga Desa Sokobenah Daya Kecamatan Sokobenah Kabupaten Sampang, nekat melakukan transaksi Narkotika Jenis Sabu di sebuah Mushalla
Di desa tengesan,kecamatan Batu putih Kabupaten Sumenep padah Hari Sabtu (06/10) sekitar Jam 20.00 Wib.

Dari penangakapan tersebut, Polisi mengamankan dua plastik klip kecil berisi sabu dengan berat total 3,80 gram selain Itu tersangka juga membawa Sajam jenis pisau yang di selipkan di sarung Nya

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menjelaskan, penangkapan Juriyanto berawal dari informasi masyarakat

"Berdasarkan informasi dari warga bahwasanya tersangka sering membawa sabu ke wilayah Sumenep,dari situ kami melakukan pengintayan intensif sehingga tersangka berhasil kami amankan "

Lebih lanjut, Widi mengatakan, Juriyanto sempat mengelabui petugas. Dia membuang satu klip kecil berisi sabu, namun hal itu diketahui Polisi.

“Satu klip kecil berisi sabu sempat dia buang. Satu klip lagi ditemukan petugas disongkoknya. Masing-masing 0,24 gram, dan 3,56 gram,” katanya, Minggu (07/10).

Saat sejumlah barang bukti itu ditunjukkan oleh petugas, Juriyanto mengelak barang itu miliknya. Kendati demikian, dia dan barang buktinya tetap digelanggang ke Mapolres Sumenep untuk diselidiki.

Dari penangkapan itu, selain sabu dan pisau, Polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa sobekan tisu sebagai bungkus sabu, seperangkat alat hisap, satu buah songkok warna hitam, satu unit HP, serta satu unit sepeda motor merk Honda Vario warna biru kombinasi hitam.

Juriyanto dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subsidair Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jonto Pasal 2 aya (1) Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Hanya saja, Widi tidak menyebutkan ancaman hukuman untuk tersangka.(mp/fat/rul)