DPRD Sampang Dorong Peningkatan Usaha Budi Daya Ikan
Cari Berita

DPRD Sampang Dorong Peningkatan Usaha Budi Daya Ikan

Friday, 11 October 2019

Sejumlah anggota DPRD Sampang melakukan sidak ke lokasi usaha budi daya ikan di kelurahan Banyuanyar, kecamatan kota.
SAMPANG, Madurapost.co.id - Usaha budi daya dinilai berpotensi cukup besar untuk dikembangkan. Selama ini Ikan hasil budi daya terus meningkat. Tapi di sisi lain, pemanfaatan lahan untuk pengembangan budi daya ikan belum optimal. Banyak tambak yang belum digarap.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menyatakan, potensi usaha budi daya ikan di Kota Bahari luar biasa. Apalagi minat masyarakat menjalankan usaha tersebut meningkat.

"Hampir di setiap kecamatan ada warga yang menjalankan usaha budi daya ikan. Dan Ikan hasil produksi budi daya mampu menyumbang 40 persen kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap ikan," kata Alan, Jumat (11/10/19).

Menurut Alan, usaha budi daya ikan bisa menjadi bisnis masa depan dengan penghasilan menjanjikan. Itu karena usaha tersebut lebih terukur dibandingkan dengan usah nelayan.

Usaha nelayan mengandalkan hasil tangkapan. Sedangkan, budi daya ikan bergantung pada kondisi lingkungan dan alam. Petambak harus konsisten mengelola. Kendalanya,  kondisi lingkungan yang kurang baik, minimnya ketersediaan sumber air, sanitasi buruk, dan faktor cuaca.

"Faktor lainnya yaitu serangan penyakit yang bisa membuat ikan di tambak mati,"ucapnya kepada madurapost.co.id.

Politikus Partai Gerindra itu mendorong pemkab meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil budi daya ikan masyarakat. Tujuannya, taraf perekonomian para pembudi daya lebih meningkatkan. Usaha budi daya ikan bisa menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Pemasaran ikan hasil budi daya perlu diperhatikan. Selama ini, banyak petambak kesulitan menjual hasil produksi," terangnya.

Lebih jauh Alan menjelaskan, jika ingin meningkatkan usah budi daya ikan, pemkab harus menjalankan inovasi yang bisa membantu petambak untuk mengembangkan usaha itu. Misalnya, menerapkan sistem bioflok atau kolam bundar.

Sistem tersebut bertujuan menambah organisme hidup ikan, menjaga kualitas air, dan menjadi pakan tambahan sehingga ikan bisa lebih sehat. Jika menggunakan kolam bioflok, hasil panen melimpah dan berkualitas.

"Terpenting ialah memberikan pembinaan dan pendampingan kepada semua pembudi daya ikan. Baik yang mandiri maupun bergabung ke kelompok. Juga bantuan bibit unggul, pakan, dan alat produksi," kata Politikus asal Kecamatan Kedungdung itu.

Kabid Perikanan dan Budi Daya Dinas Parikanan Sampang Moh. Machfud  mengatakan, usaha budi daya ikan semakin diminati masyarakat. Setiap tahun jumlah petambak ikan bertambah.

Kelompok budi daya ikan (podakan) di Kota Bahari berjumlah 60. Tersebar di Kecamatan Sampang, Sreseh Torjun, Omben, Jrengik, Camplong, Robatal, Banyutes dan Ketapang.

"Setiap tahun kami memberikan bantuan kepada pokdakan yang ada. Seperti bibit, pakan, terpal, dan mesin pompa air," ujarnya.

Pihaknya berupaya mengembangkan lahan usaha budi daya ikan di Kota Bahari. Salah satunya, dengan mengelolaan tambak pencontohan sebagai media pembelajaran bagi pokdakan atau masyarakat yang ingin menjalani usaha budi daya ikan.

Tambak itu, memiliki luas 63,917 meter persegi yang menampung sekitar 30 ribu bibit ikan.Perinciannya, 20 ribu bandeng dan 10 ribu udang, dan dalam setahun bisa panen dua kali," pungkasnya. (mp/zen/lam)