DKP Provinsi Jawa Timur Tidak Bertanggung Jawab, Masyarakat Kecewa Audiensi Ditunda
Cari Berita

DKP Provinsi Jawa Timur Tidak Bertanggung Jawab, Masyarakat Kecewa Audiensi Ditunda

Thursday, 3 October 2019

Perwakilan Masyarakat dan LSM Saat Berada di Kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jawa Timur


SURABAYA, Madurapost.co.idDugaan Kongkalikong yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dengan CV. Kartika Jaya Sebagai pemenang Tender Proyek Rp 9,7 M semakin terbuka.

Hal itu dilihat dari sikap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang tidak mau menemui masyarakat dan aktivis untuk menggelar Audiensi Terkait proyek pembangunan pelabuhan perikanan  Pasongsongan. Rabu, 02/10/2019

Sebanyak 13 orang perwakilan dari tokoh masyarakat desa Dempo Timur dan Sanah Tengah kecamatan Pasean dan Para Aktivis sampai di Kantor DKP Jawa timur sekitar Jam 13.54 WIB.

Salah satu pegiat Anti Korupsi, Khairul Kalam mengatakan bahwa Sikap Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur yang menunda Audiensi setelah masyarakat dari dua desa di Pamekasan sampai di Kantor DKP Jawa Timur sangat keterlaluan.

"Kalau memang mau ditunda, Seharusnya ada konfirmasi terlebih dahulu, Jadi masyarakat tidak sampai berangkat. Apalagi dalam surat yang kami kirim sudah ada contak personnya" Kata Khairul

Khairul Kalam yang juga merupakan bagian dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kabupaten Pamekasan menyuroti sikap DKP Provinsi Jawa Timur dan CV. Kartika Jaya yang tidak mau berdialog dengan masyarakat.

"Kemaren kita mau berdialog dengan Kontraktor di lokasi proyek juga tidak ditemui, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, sekarang kami mau berdialog dengan Dinas yang terkait juga tidak mau ditemui dengan alasan yang juga tidak jelas, Ini ada apa" Imbuhnya

Tetap menurut Khairul Kalam, Bahwa tindakan yang dilakukan Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan CV. Kartika Jaya sebagai Penyedia Jasa semakin menampakan bahwa dalam realisasi Proyek Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pasongsongan memang bermasalah.

Khairul Juga mengatakan bahwa Pembangunan Proyek yang ada di Pelabuhan Pasongsongan merupakan proyek pesanan dan pemenang proyek adalah orang yang sama dari kabupaten Sampang. Namun CV yang digunakan berbeda.

"Proyek Reklamasi Pasongsongan yang saat ini sedang dikerjakan adalah milik J (Inisial) Warga Sampang, Tapi CV yang digunakan milik orang Surabaya" Imbuhnya

Berdasarkan salah satu Staf Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Untuk kegiatan Audiensi minta untuk dijadwal ulang, Karena Kepala dinas sedang sakit.

Demikian itu disampaikan salah satu staf setelah Masyarakat menunggu hampir 2 Jam di lobi kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang beralamat di Jl. A.Yani No.152 B, Gayungan, Surabaya

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dinas Kelautan dan Perikanan mengalokasikan Anggaran Rp 10 M untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pasongsongan (DPA 2019).

Pada proses lelang, Proyek tersebut dimenangkan oleh CV. Kartika Jaya yang beralamat di Jl.Madokan Asri Barat/MA, Surabaya dengan penawaran Rp 1.786.479.187. Sedangkan Konsultan pengawas adalah CV. Multi Habitat. (mp/fat/rul)