DKP Provinsi Jawa Timur Abaikan Aspirasi Masyarakat Demi Lindungi Kontraktor Nakal
Cari Berita

DKP Provinsi Jawa Timur Abaikan Aspirasi Masyarakat Demi Lindungi Kontraktor Nakal

Friday, 18 October 2019


LSM dan tokoh masyarakat saat mendatangi kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. 02/10/2019

SURABAYA, Madurapost.co.id - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur tidak bisa memberikan kepastian kepada sejumlah aktivis dan Masyarakat terkait rencana Audiensi yang sempat ditunda.

Menurut Khairul Kalam, Tindakan DKP Provinsi Jawa Timur yang terkesan tertutup terhadap aspirasi masyarakat menunjukan bahwa DKP Jawa Timur lebih mengutamakan Kerjasama dengan Penyedia Jasa dari pada aspirasi Masyarakat.

"Seharusnya DKP Provinsi Jawa Timur bisa mendengarkan aspirasi kami sebagai masyarakat kecil, bukan melindungi kontraktor yang jelas banyak melanggar aturan" Kata Khairul

"Kami sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan salah satu staf DKP, bahkan dengan Kepala Dinas, Tapi tidak pernah ada respon" Imbuhnya

Lebih lanjut Khairul mengatakan bahwa Proyek Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pasongsongan yang dikerjakan oleh CV. Kartika Jaya diduga banyak terjadi pelanggaran, Terutama kegiatan galian yang dilakukan tanpa izin.

Menyikapi tindakan DKP yang acuh tak acuh terhadap aspirasi masyarakat, Khairul Kalam bersama masyarakat akan melakukan aksi di Pelabuhan Pasongsongan untuk meminta kegiatan proyek agar dihentikan.

"Insyaallah dalam waktu dekat kami akan ke Pelabuhan, bersama sejumlah warga untuk menolak kegiatan proyek" imbuhnya

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dinas Kelautan dan Perikanan mengalokasikan Anggaran Rp 10 M untuk Proyek Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pasongsongan, Sumenep Madura. (DPA 2019).

Pada proses lelang, Proyek tersebut dimenangkan oleh CV. Kartika Jaya yang beralamat di Jl.Madokan Asri Barat/MA, Surabaya dengan penawaran Rp 9.786.479.187. Sedangkan Konsultan pengawas adalah CV. Multi Habitat. (mp/liq/rul)