Desak Kejari Tetapkan Tersangka, Warga Sokobanah Daya Datangi Kejaksaan Negeri Sampang Terkait Dugaan Korupsi DD
Cari Berita

Desak Kejari Tetapkan Tersangka, Warga Sokobanah Daya Datangi Kejaksaan Negeri Sampang Terkait Dugaan Korupsi DD

Thursday, 31 October 2019

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sampang, Edi Sutomo setelah menemui Masyarakat Sokobanah Daya

SAMPANG, Madurapost.co.id - Demi membantu kejaksaan mengungkap kasus dugaan kasus  korupsi Dana Desa (DD) di Sokobanah Daya, warga bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Jawa Timur Corpuration Watch (JCW) mendatangi Kejari setempat, Kamis (31/10/2019).

Audiensi dilakukan secara tertutup di aula kejaksaan Negeri Sampang di Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 84 dan berlangsung kurang lebih 1 jam.

Saat dimintai keterangan pasca melakukan pertemuan dengan warga, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sampang Edi Sutomo mengatakan, kalau pihak kejaksaan sudah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Sementara itu sudah kami panggil 14 saksi, akan tetapi yang kami periksa masih 12 orang yang hadir," ungkapnya.

Disinggung soal lambannya penanganan kasus dugaan korupsi dana desa tersebut Edi mengatakan, kalau pihaknya tinggal menunggu Tim ahli konstruksi.

"Kami masih menunggu tim ahli,  kemarin waktu pertama turun belum ngambil kesimpulan," imbuhnya.

Sementara itu Sukandar salah seorang warga Sokobanah Daya berharap agar penanganan kasus tersebut, Kejaksaan Negeri Sampang untuk segera diselesaikan

"Alhamdulillah Kejaksaan koperatif, kerana kemarin kejaksaan berjanji untuk segera menindak lanjuti dalam 14 hari masa kerja dan di tambah lagi 4 hari jadi 28 hari," terangnya.

"Semoga cepat selesai agar masyarakat di bawah tidak gaduh," terangnya.

Sementara itu Khairul Kalam selaku Tim Investigasi JCW Jawa Timur mengatakan, Kejaksaan Negeri Sampang sudqh bekerja maksimal dan patut kiranya di tunggu hasilnya.

"Dari hasil pertemuan barusan, kami mendapat keterangan dari Kasi Pidsus bahwa dalam realisasi pekerjaan ada kekurang Volume kurang lebih 48 M sekaligus SPJ yang dibuat pada bulan Desember tidak mencantumkan HPS" kata Khairul

"Selanjutnya kita tunggu hasil dari tim ahli untuk menentukan kwalitas proyek tersebut. Kita paham kerja dari kejaksaan kita juga tetap berharap profesionalitas dari Kejaksaan," pungksanya.

Sekedar diketahui LSM JCW bersama warga Sokobanah Daya melaporkan Kepala Desa setempat (Jatem) ke Kejaksaan Negeri Sampang pada bulan Maret 2019.

Salah satu sampel proyek yang dilaporkan adalah pekerjaan saluran irigasi dengan total anggaran Rp 589 jt, namun dalam realisasinya diduga terjadi tumpang tindih. (mp/ron/rul)