BPNT di Pasean Tak Sesuai Prosedur, Ini Jawaban Dinsos Pamekasan
Cari Berita

BPNT di Pasean Tak Sesuai Prosedur, Ini Jawaban Dinsos Pamekasan

Monday, 28 October 2019

Taufiq, Bidang penanganan Fakir miskin dan pemberdayaan Sosial.(Foto: Fatholla/Biro Pamekasan)
PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Di Kecamatan Pasean dituding menyalahi prosedur.

Bantuan tersebut, dinilai tidak mengedepankan prinsip 6T,  yaitu Tepat sasaran, Tepat kualitas,Tepat jumlah, Tepat harga, Tepat waktu dan Tepat administrasi

Salah satu penerima BPNT yang meminta namanya di rahasiakan, mengatakan,  bantuan tersebut sudah kelima kalinya disalurkan pada masyarakat. Namun ia merasa hal itu justru menjadi bancakan oleh pihak Agen.

"Pihak agen memberikan beras dengan kualitas medium, namun tanpa  ada tambahan apapun untuk menyesuaikan Harga," Terangnya

Ia melanjutkan, nilai bantuan yang masuk ke rekeninganya sebesar Rp.110.000. Dengan nominal tersebut seharusnya para penerima manfaat bisa mendapatkan beras dengan kualitas premium.

"Beras yang kami terima justru berada di kisaran harga Rp.90.000 - 95.000. secara otomatis ada sisa uang Rp.20.000 yang di Rampok secara Halus oleh para Agen penyalur BPNT," Terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial melalui, Kabid  Penanganan Fakir miskin dan Pemberdayaan Sosial, Taufiq, mengatakan,  keluarga (KPM ) harus menerima beras sesuai dengan regulasi yang ada, baik beras Premium atau medium. Pihak E-Warung juga dihimbau bisa memberikan penambahan berupa telur atau lainnya agar menyesuikan dengan isi nominal dalam rekening.

" Jika beras yang di salurkan masuk katagori Medium maka harus ada penambahan entah itu telur atau apa saja untuk menyesuaikan harga " Paparnya.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan jika pihak Bank BNI selaku mitra, mempunyai hak untuk mencopot Agen atau E warung jika melanggar prosedur dalam menyalurkan bantuan. Pihaknya bahkan akan tegas menindak Tenaga Kesejateraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang meraup keuntungan pribadi dalam penyaluran  BPNT.

"Agen atau E warung itu adalah binaan Bank BNI dan Bank BNI bisa mencopot jika terjadi hal yang merugikan KPM," tegasnya. (mp/fat/din)