Baru Enam Produk UKM- IKM Dipasarkan Di Minimarket
Cari Berita

Baru Enam Produk UKM- IKM Dipasarkan Di Minimarket

Sunday, 6 October 2019

Warga berbelanja di minimarket di jalan raya Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang.(Foto: Zainal/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co.id - Upaya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang dalam memasarkan produk usaha kecil menengah (UKM) dan Industri (IKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) ke minimarket belum maksimal. Pasalnya, dari ratusan produk hanya enam yang sudah masuk di minimarket dan ritail modern.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan mengatakan, maraknya minimarket dan toko modern di Kota Bahari seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemkab untuk memasarkan produk UMKM dan IKM. Sehingga penjualan produk bisa lebih baik dan produk semakin dikenal.

Apalagi, Peraturan daerah (perda) yang mewajibkan minimarket dan toko modern menyediakan dan menjual produk lokal sudah ada.

"Dinas terkait harus lebih kreatif memamasarkan produk UKM-IKM. Agar usaha itu bisa lebih maju," pintanya. Minggu (06/10/19). 

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, Pperda itu mengharuskan minimarket dan ritail modern menyediakan rak khusus yang menampung 40 persen dari jumlah produk yang ada. Alan juga berharap agar masyarakat bisa lebih cinta terhadap produk lokal.

Menurut dia, perkembangan UKM-IKM di Kota Bahari cukup pesat. Setiap tahun jumlahnya bertambah. Tapi, hal itu tidak ditopang dengan pembinaan, pengembangan, dan  pemasarana yang baik. Akibatnya, pemilik usaha masih kesulitan untuk mengembangkan usaha.

"Kami harap dinas terus mempromosikan produk lokal dan meningkatkan pendampingan dalam mendapatkan hak paten, perizinan, dan akses pemasaran. Kalau tidak dibantu, pelaku usaha sulit untuk maju," katanya.

Sementara itu, Kepala Disperindagprin Sampang Wahyu Prihartono mengatakan, pemasaran produk UMKM - IKM di riteil dan toko modern merupakan program inovasi yang dijalankan tahun ini. Pihaknya telah mengajukan 17 produk camilan untuk dimasukkan di pasarkan di Alfamart dan Indomaret.

"Dari 17 yang kami ajukan hanya 6 produk yang bisa masuk. Tiap tahun jumlahnya akan kita tambah," ujarnya.

Pria asal Banyuwangi itu menyampaikan bahwa, produk yang dipasarkan di minimarket merupakan produk hasil kelompok UKM dan IKM binaan dinas. Produk tersebut sudah memenuhi standar yang ditentukan pihak Alfamart dan Indomaret.

"Pemasaran produk UKM-IKM sudah maju. Selain di toko modern produk juga di pasarkan di aplikasi SIP6 IKM Sampang, sudah ada 38 produk yang masuk di aplikasi itu," pungkasnya. (mp/zen/lam)