Anggaran Bos Afirmasi - Kinerja SD Di Sampang Capai Rp 1,5 Miliar
Cari Berita

Anggaran Bos Afirmasi - Kinerja SD Di Sampang Capai Rp 1,5 Miliar

Tuesday, 8 October 2019

Sejumlah siswa SD di Kecamatan Sampang Belajar di Dalam Kelas

SAMPANG, Madurapost.co.id  - Pemerintah pusat melalui Kemetrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbudbud) RI mengucurkan dana Rp 1,5 miliar dalam program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afiramsi dan Kinerja untuk 67 SD di Sampang.

Dengan rincian, 55 SD mendapatkan BOS afirmasi, dan 12 SD menerima BOS Kinerja.
Nominal dana BOS afirmasi yang akan diterima masing-masing sekolah Rp 24 juta. Sedangkan, BOS Kinerja Rp 19 juta.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengatakan, program BOS afirmasi dan kinerja merupakan bantuan tambahan. Sasarannya ialah sekolah-sekolah yang masuk dalam kategori terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

"Kementerian menunjuk 67 SD di Sampang untuk mendapatkan bantuan itu. Karena SD itu dinilai masih tertinggal," terangnya kepada Madurapost.co.id. Selasa (08/10/19).

BOS afirmasi dan kinerja bertujuan agar mutu pendidikan di Sampang bisa merata dan setara dengan kabupaten lain di Jawa timur (Jatim). Sekolah penerimaan bantuan sepenuhnya ditentukan Kementrian dengan mengacu pada data dapodik dan pelayanan pendidikan di sekolah.

Sementara, disdik hanya sebatas melakukan sosialisasi dan pengawasan di daerah. Bantuan hanya diberikan satu tahun sekali, dan penerimaan bisa berubah sesuai penilaian dari pusat.

Karena itu, sekolah harus aktif meng-update dapodik dengan data yang otentik dan benar. Agar bisa mendapatkan bantuan tersebut.

"Yang menentukan penerimanya itu langsung Kementerian, bukan disdik. Sosialisasi ke sekolah sudah kami lakukan," katanya.

Mawardi menjelaskan, bantuan itu digunakan untuk pengadaan sejumlah alat atau sarana prasarana dalam penyediaan rumah belajar yang berbasis informasi teknologi (IT). Misalnya, komputer, LCD proyektor, jaringan internet, dan semacamnya.

Hal itu berdasarkan Permendikbud nomor 31 tahun 2019 tentang petunjuk teknis penggunaan dana bos afirmasi dan kinerja

"Sekolah juga mendapatkan dana tambahan Rp 2 juta sesui dengan jumlah siswa kelas 6. Dana itu untuk dibelikan tablet yang khusus digunakan untuk pembelajaran,"ucapnya. 

Pihaknya menegaskan bahwa, pengadaan barang harus dilakukan melalui Sistem Pembelanjaan Sekolah (SIPLAH) yang disediakan Kementrian. Sekolah tidak boleh membeli sendiri atau bekerja sama dengan rekanan.

"Sekolah dilarang membeli alat di luar. Karena speknya sudah diatur dalam Permendikbud nomor 31/2019," ujarnya.

Ditanya kapan bantuan tersebut akan direalisasikan? Pria yang akrab disapa Wawang itu mengaku masih menunggu Surat Edaran (SE) dari pemkab Sampang dalam hal ini Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).

"Pencarian dana menunggu kepastian dari pemerintah daerah," tuturnya.

Sekertaris Komisi IV DPRD Sampang Nurul Huda mengatakan, program bantuan BOS afirmasi dan kinerja bertujuan agar ada peningkatan hasil belajar. Sehingga mutu pendidikan bisa setara dengan sekolah lain.

"Bantuan ini harus secepatnya direalisasikan. Agar siswa bisa lebih semangat belajar," pintanya. 

Politikus Partai Demokrat itu berharap  sekolah bisa memanfaatkan bantuan itu sesuai dengan juknis yang ada. Semua proses harus dijalankan dengan baik dan benar. Mulai dari administrasi, pencairan, dan pembelanjaan alat.

"Kami ingin mutu pendidikan di Sampang maju dan setara dengan pendidikan di daerah lain di Jatim," pungkasnya. (mp/zen/rul)