Lagi, Saluran Pipa PDAM Di Kedungdung Rusak Akibat Proyek Pelebaran Jalan
Cari Berita

Lagi, Saluran Pipa PDAM Di Kedungdung Rusak Akibat Proyek Pelebaran Jalan

Thursday, 31 October 2019

Petugas PDAM Trunojoyo Sampang memperbaiki saluran pipa yang rusak akibat proyek pelebaran jalan raya Kedungdung

SAMPANG, Madurapost.co.id - Proyek pelebaran dan peningkatan jalan Provinsi Sampang-Ketapang hingga kini masih berjalan. Tapi, proyek dengan anggaran Rp 15 miliar itu kembali mengakibatkan salaruan pipa transmisi milik PDAM Trunojoyo rusak.

Salah satunya, di desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung. Pantauan di lapangan, kerusakan pipa terjadi di sejumlah titik. Antara lain di depan SMAN 1 Kedungdung, dan di depan Pasar Sentol.

Akibatnya, selama beberapa hari ini pendistribusian air bersih ke rumah pelanggan menjadi tidak lancar. Sejak kemarin petugas PDAM dibantu warga setempat mulai memperbaiki pipa yang rusak.

Kepala Pembantu UPT Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang, Moh Haris mengatakan, setiap tahun proyek pelebaran jalan raya Sampang - Ketapang selalu diprogramkan. Tahun ini, pengerjaan dimulai dari Jalan raya Pandiyangan, Kecamatan Robatal sampai Jalan raya Komis, Kedungdung.

Dia mengatakan, dalam gambar perencanaan pihaknya tidak terganggu dengan adanya pipa transmisi yang tertanam di dalam tanah. Sebab, jika mengacu pada ketentuan yang ada seharusnya pipa PDAM tertanam di kedalaman 1,2 - 1,5 meter. Sedangkan kedalaman galian untuk pelebaran jalan hanya 40 sentimeter.

"Kedalaman pipa transmisi di sepanjang jalan Sampang - Ketapang tak sesuai spek. Kalau memang sesuai tidak mungkin terkena pengerukan," ujarnya.

Sebelum proyek tersebut dikerjakan pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada PDAM Trunojoyo bahwa di lokasi itu akan dilakukan pengerukan bahu jalan. Pihaknya juga sudah meminta agar ada pendampingan dari PDAM untuk mengetahui titik lokasi yang tertanam pipa transmisi.

"Informasinya sudah ada Komitmen antara PT Amin Jaya Karya Abadi selaku kontraktor pelaksana proyek dengan PDAM untuk memperbaiki pipa yang rusak," terangnya.

Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Trunojoyo Sampang, Yazid Solihin mengatakan, proyek pelebaran jalan di Kecematan Kedungdung mengakibatkan salaruan pipa transmisi yang tertanam di dalam tanah rusak dan bocor.

Berdasarkan laporan dari petugas lapangan. Ada sekitar 12 titik kerusakan pipa, dengan rincian delapan pipa besar dan empat sambungan.

"Setiap ada pengerjaan proyek pelebaran jalan. Pasti kenak ke pipa transmisi," tuturnya. Kamis (31/10/19).

Dia mengatakan,  pipa yang rusak itu pipa besar atau transmisi. Akibatnya, pendistribusian air ke pelanggan terganggu. Air yang seharusnya sampai ke pelanggan lebih banyak menggenang di pinggir jalan.

Pihaknya sudah memperbaiki semua kerusakan yang ada. Baik pipa besar maupun sambungan atau pipa kecil. "Perbaikan pipa di lokasi itu terus dilakukan. Saat ini pendistribusian air ke sebagai pelanggan sudah normal," katanya.

Ditanya terkait spek kedalaman penanaman pipa transmisi di lokasi tersebut? Yazid menegaskan bahwa penanaman pipa transmisi merupakan kewenangan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang. Sementara, PDAM hanya sebatas memanfaatkan aset tersebut.

Sementara itu, Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPRKP Sampang, Siti Muatifah mengaku jika program penanaman pipa transmisi di jalan raya Sampang - Ketapang merupakan kewenangan pemerintah provinsi Jawa timur.

"Itu kewenangan pemprov Jatim," pungkasnya. (mp/zen/rul)