Viral Adegan Bermesraan Dalam Film The Santri, Inilah Batasan Bercampur dan Bergaul Antara Lawan Jenis
Cari Berita

Viral Adegan Bermesraan Dalam Film The Santri, Inilah Batasan Bercampur dan Bergaul Antara Lawan Jenis

Sunday, 29 September 2019

Foto: Google

Penulis: Mohammad Hafid

Madurapost.co.id - Pria dan wanita sejatinya sama-sama makhluk ciptaan Allah swt yang diciptakan dengan cara berpasang-pasangan. Tidak heran jika keduanya juga sama-sama dibekali rasa cinta dan hasrat untuk bergaul serta keinginan menjalin hubungan. Ini adalah bagian dari hukum alam dan menjadi tanda kebesaran serta kekuan-Nya.
Namun, disamping itu Allah juga tidak membiarkan pergaulan antar keduanya terjadi begitu saja tanpa ada batasan dan norma layaknya binatang. Sehingga mereka bisa bebas memenuhi hasrat dan keinginannya bercumbu serta bermesraan.
Ada batasan, aturan dan norma yang ditetapkan untuk bergaul serta bercampur antar keduanya. Karena memang pada hakikatnya manusia merupakan tempat salah dan luput yang pastinya lebih cenderung dikalahkan oleh hawa nafsunya dari pada akal sehatnya.
Batasan-batasan serta norma-norma dimaksud tidak jarang kita temui dalam banyak teks-teks keagamaan, baik dalam al-Qur’an, Hadis maupun dalam literatur fikih lainnya. Hanya saja untuk lebih memudahkan dan membuat suguhan praktis bagi kaum milenial penulis mengutip dari salah satu literatul fikih yang sangat popular dengan sebutan ensiklopedi fikih islam (al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah).
Selanjutnya, terkait dengan hukum boleh-tidaknya bercampur dan bergaul antar keduanya tetap mengacu pada batasan-batasan serta norma-norma yang sudah ditetapkan yang meliputi:
Pertama, pergaulan itu tidak dilakukan dengan cara khalwat (berduaan) antara laki-laki dan perempuan bukan mahram dan menimbulkan syahwat saat melihatnya (bermesraan).
Kedua, perempuan  dan laki-laki tidak berperilaku bebas serta tidak menjaga sikap santun. Artinya, keduanya bersikap nakal dan kegenitan.
 Ketiga, pergaulan yang dilakukan tidak untuk tujuan main-main, bersenang-senang dan juga tidak terjadi adanya persentuhan kulit dan kontak badan lainnya.
Jika salah satu ketiga batasan diatas terjadi dan dilakukan maka pastinya sudah melanggar syariat islam dan hukumnya pun  tidak diperbolehkan alias diharamkan. Karena endingnya akan menimbulkan fitnah serta kemudaratan bagi keberlangsungan hidup keduanya.
Batasan diatas didasarkan pada beberapa firman Allah dan hadis Nabi berikut:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". (Annur:30)

….وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,…” (annur: 31)
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir.” (al-Ahzab: 53)
لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Tidaklah sekali-kali seorang lelaki berkhalwat dengan seorang wanita, melainkan yang ketiganya adalah setan.” (lihat:  al-Mausu’ah al-Fiqhiyah 2/290 - 291 )

Jadi, bercampur dan bergaul antara lawan jenis dimanapun tempat kejadiannya dan dalam kondisi apapun serta siapapun yang melakukannya jika salah satu dari ketiga batasan diatas tidak dapat dihindari serta terpraktekkan apalagi bermesraan hukumnya tidak bisa ditawar lagi yaitu tidak diperbolehkan. Karena sudah tentu dan pasti keluar serta melanggar syariat islam yang sudah ditetapkan.
Disamping itu, perlu juga menjadi perhatian, bahwa adanya batasan-batasan dan norma-norma diatas tiada lain dan tiada bukan tujuannya adalah untuk menjaga kemaslahatan keduanya. Agar terhindar dari belenggu setan yang terkutuk yang dapat menjerumuskan keduanya pada jurang kehinaan.  Wallahu A’lam