Staf Disparbud Pamekasan Sogok Masyarakat Terkait Kewedanan Kerapan Sapi
Cari Berita

Staf Disparbud Pamekasan Sogok Masyarakat Terkait Kewedanan Kerapan Sapi

Monday, 30 September 2019

LSM Gempa saat melakukan audiensi ke Disparbud Pamekasan. 
PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Seharusnya kewedanan Kerapan Sapi sudah mendapatkan anggaran dari pemerintah namun kenyataannya para peserta kerapan sapi masih ditarik biaya pendaftaran dan iuran tambahan.

Saat akan dikonfirmasi oleh LSM Gerakan Masyarakat Pamekasan (GEMPA) terkait hal tersebut, pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan melalui stafnya mencoba melakukan hal tidak pantas dan tidak patut kepada pihak LSM ataupun media.

Lebih rinci Abdus Salam ketua LSM GEMPA memberikan keterangan dan dugaannya terkait pelanggaran ataupun hal yang salah dalam prosedural.

"kedatangan saya ke disparbud kabupaten pamekasan yakni ingin menanyakan terkait adanya pungli yang dilakukan pihak kepanitiaan dalam kewedanan kerapan sapi yang dilaksanakan di kabupaten pamekasan," ujar Abdus Salam

"Seperti halnya Lespa yang struktur dan legalitasnya masih abu - abu tapi tetap dipakai oleh Disparbud. Sedangkan saat ditanyakan dipegang siapa kepanitiaan untuk tahun ini, pak Sony hanya menyatakan ada dan merupakan orang berpengalaman. Tapi terkait kelegalitasinya, pak Sony tidak bisa menjawab dan menyerahkan jawabannya kepada pak Sakinah," imbuhnya.

Saat mencoba menanyakan jawabannya ke pak Sakinah, yang terjadi malah hal yang terduga terjadi yaitu sebuah sogokan ke pada Abdus Salam dan sedikit ucapan agar ikut menjaga kelancaran acara kerapan sapi.

"sudah lah mas jangan ramai-ramai (sambil menyerahkan amplop putih). Kan saya sudah menyuruh sampeyan agar ikut berpartisipasi dalam pengamanan acara kerapan sapi tersebut agar tidak sampai terjadi hal seperti tahun kemarin," tutur Pak Sakinah.

Atas perlakuan staf disparbud yang tidak pantas tersebut, Abdus Salam akan menempuh jalur hukum. (mp/can/rus)