Proyek Revitalisasi Pasar Kedungdung Terancam Molor
Cari Berita

Proyek Revitalisasi Pasar Kedungdung Terancam Molor

Monday, 9 September 2019

Sejumlah tukang melanjutkan pengerjaan proyek revitalisasi pasar sentol Kecamatan Kedungdung. 
SAMPANG, Madurapost co.id - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang menjalankan program revitalisasi Pasar Sentol, Kecamatan Kedungdung. Tapi, proyek dengan anggaran Rp 1,6 miliar itu terancam molor lantaran hingga saat ini progres pengerjaan belum sesuai dengan perencanaan.

Pantauan di lapangan, saat ini pengerjaan proyek tersebut masih dalam tahap pembangunan fondasi. Belum ada tiang pancang yang berdiri, padahal pengerjaan sudah dimulai pada 19 Juli 2019.

Mahrus, pedagang pasar Sentol mengaku senang karena pasar yang selama ini ditempati berjualan dibangun. Tapi, proyek pembangunan pasar berjalan lamban. Pasalnya, sampai saat ini pengerjaan masih berkutat di pembangunan fondasi. Papan informasi proyek juga belum terpasang.

"Pengerjaan proyek itu lamban. Sudah lebih dari 20 hari fondasi belum selesai dibangun," katanya, Senin (09/09/19).

Menurut dia, lambanya pengerjaan proyek tersebut disebabkan karena jumlah tukang  minim, ditambah tidak ada pengawasan dari dinas terkait. Pengerjaan yang lambat bisa mengakibatkan proyek itu molor atau tidak selesai tepat waktu.

"Proyek sebesar ini hanya dikerjakan tidak sampai sepuluh tukang. Kalau seperti ini kapan selesainya, padahal kami ingin bisa segera berjualan di pasar," ucapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disperdagprin Sampang Irul mengatakan, proyek revitalisasi pasar sentol, Kedungdung dikerjakan CV Makmur yang beralamat di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sampang. Kontak kerja dimulai pada 19 Juli sampai 15 Desember 2019.

Pihaknya membenarkan sampai saat ini progres pengerjaan proyek tersebut belum sesuai dengan perencanaan yakni 25 persen. Seharusnya, pembangunan fondasi dan tiang pancang sudah tuntas.

"Jika dibandingkan dengan progres pengerjaan proyek revitalisasi pasar di Ketapang sangat jauh. Pembangunan fondasi dan tiang pancang di pasar Ketapang sudah tuntas, padahal waktu pelaksanaan hanya terpaut sekitar 18 hari,"

Pihaknya sudah berupaya mempercepat pengerjaan proyek tersebut. Salah satunya, dengan mengirimkan teguran tertulis kepada konsultan pengawas dan kontraktor. Mereka diminta untuk lebih maksimal mengerjakan proyek itu. Target dan grafis progres pengerjaan harus ada, jumlah tukang ditambah dan kerja lebur, Tujuannya, agar proyek berjalan maksimal dan bisa selesai tepat waktu.

"Minimal target dan progres pengerjaan itu ada, karena waktu terus berjalan, kami tidak mau proyek itu molor,"

Pihaknya juga aktif melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut. Setiap minggu tim dari dinas dan konsultan pengawas datang kelokasi untuk melihat progres pengerjaan proyek.

"Tiap minggu kami ke lokasi, tapi tidak pernah bertemu dengan pihak kontraktor, yang ada hanya mandor tukang. Kalau masalah papan informasi masih dibuatkan," ujarnya.

Pihaknya berharap kepada pelaksan agar profesional dalam mengerjakan proyek itu. Pengerjaan harus sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB), dan harus selesai tepat waktu.

"Dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak  konsultan dan pelaksana. Kami selalu melaporkan progres pengerjaan ke pemerintah pusat, kalau proyek itu molor rekanan akan dikenai sangsi atau denda," tukasnya. (mp/zen/rus)