Politisi Gerindra Sebut Bupati Pamekasan "Baddrut Tamam" Harus Minta Maaf
Cari Berita

Politisi Gerindra Sebut Bupati Pamekasan "Baddrut Tamam" Harus Minta Maaf

Tuesday, 3 September 2019

Munaji, Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan yang merupakan Politikus Partai GERINDRA

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Polemik pidato Bupati Pamekasan dalam acara Pamekasan Bersholawat untuk menyambut satu Muharram 1441 H. Juga menjadi perhatian politikus Partai Gerindra Pamekasan.

Munaji yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Pamekasan sangat menyayangkan pernyataan Bupati Pamekasan dalam acara Pamekasan bersolawat.

Menurut Munaji, Sangat tidak etis Bupati menyampaikan statemen yang menuai kontrofersi. Apalagi disampaikan dalam acara bernuansa keagamaan menyambut satu muharram.

"Saya heran, kok bisa Bupati menyampaikan hal yang kurang elok, apalagi disampaikan dalam acara keislaman "Pamekasan Bersolawat" .Kata Munaji. Senin, 02/09/2019

Lebih lanjut Munaji mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh aktivis dan mahasiswa merupakan aspirasi masyarakat yang harus didengar oleh seorang pemimpin.

Bahkan munaji juga menyinggung terkait  banyaknya janji yang disampaikan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam kepada masyarakat Pamekasan.

" Aksi yang dilakukan aktivis adalah aspirasi masyarakat, dan masyarakat melakukan itu untuk menagih janji Bupati, Makanya jangan banyak janji lah, Biar tidak dituntut masyarakat" Imbuhnya

Selain itu Munaji Berharap agar Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam segera minta maaf kepada masyarakat dan tidak asal bicara.

"Saya berharap Bupati minta maaf kepada masyarakat dan tidak asal ngumong" tutur Munaji

Sebagaimana diberitakan, Bahwa ramai pernyataan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang mengatakan bahwa aksi demo yang menuntut stabilitas harga tembakau di Pamekasan merupakan aksi Bayaran.

Pernyataan Bupati tersebut disampaikan dalam acara Pamekasan Bersholawat menyambut tahun baru islam 1441 H di halaman kantor Bupati Pamekasan. (mp/uki/rus)