Pengoperasian Pelabuhan Taddan Minim Sosialisasi
Cari Berita

Pengoperasian Pelabuhan Taddan Minim Sosialisasi

Thursday, 12 September 2019

Wabup Sampang Abdullah Hidayat dan Forkopimda menaiki KM Dharma Kartika III Di Pelabuhan Tadaan, Camplong. 
SAMPANG, Madurapost.co.id - Pemkab Sampang telah meresmikan dan mengoperasikan pelabuhan Taddan, Kecamatan Camplong. Kini masyarakat yang ingin pergi ke Pulau Mandangin dan ke Probolinggo bisa naik kapal Fery. Kapal Motor (KM) Dharma Kartika III bersandar dan mengangkut penumpang dari pelabuhan tersebut, Kamis (12/09/19).

Akan tetapi, tidak banyak masyarakat yang tahu bahwa pelabuhan yang baru selesai dibangun itu sudah beroperasi dan melayani penyeberangan. Pasalnya, sosialisasi kepada masyarakat minim.

Wardah, warga Pulau Mandangin Kecamatan Sampang mengaku senang karena pelabuhan sudah beroperasi. Dengan adanya kapal feri penyeberangan laut bisa menjadi lebih cepat, aman, dan nyaman.

Tapi, sayangnya pelayanan itu tidak ditopang dengan sosialisasi yang maksimal. Sehingga, masyarakat tidak tahu kalau pelabuhan sudah beroperasi dan ada kapal feri yang melayani penyeberangan.

"Sosialisasinya kurang. Padahal ini sangat membantu warga yang ingin menyeberang laut," tuturnya.

Perempuan 29 tahun itu berharap agar pemkab memperbayak sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pengoperasian Pelabuhan. Tujuannya, agar masyarakat bisa tahu dan menikmati pelayanan.

"Setiap hari banyak warga Mandangin yang pergi ke Sampang untuk bekerja, sekolah, belanja, dan keperluan lainnya. Saya yakin kalau sosialisasinya maksimal banyak warga menyeberang dari sini," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang M. Zuhri mengatakan, pengoperasian pelabuhan Taddan masih dalam tahap uji coba. KM Dharma Kartika III melayani rute Sampang - Gili Mandangin, dan Sampang - Probolinggo.

Perjalanan Sampang - Probolinggo kalau lewat darat itu membutuhkan waktu delapan jam. Tapi kalau ikut kapal bisa ditempuh hanya dalam waktu empat jam. Artinya bisa lebih cepat sampai. Jadwal pemberangkatan kapal dari pelabuhan seminggu sekali. Ongkos atau karcis kapal sangat murah karena disubsidi pemerintah provinsi Jatim, rute Sampang-Probolinggo Rp 4.500.


"Ini pelayanan penyeberangan pertama dan masih uji coba. Nanti kami akan evaluasi hal-hal yang masih kurang," terangnya. 


Dikatakan, pengoperasian pelabuhan Taddan bertujuan memberikan memberikan pelayanan yang kepada masyarakat, 
menunjang kemajuan sektor perdagangan, dan meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kota Bahari.

Disampaikan, pengoperasian pelabuhan merupakan terobosan pemkab Sampang. Sejumlah hal yang masih kurang terkait dengan sosialisasi dan  pelayanan akan segera dibenahi dan dievaluasi. Secara bertahap pemkab akan penuhi apa-apa yang masih kurang. Sehingga nantinya masyarakat atau penumpang bisa mendapatkan pelayanan yang baik.

"Ke depan sosialisasi kepada masyarakat akan lebih diperbanyak," tukasnya. (mp/zen/rus)