Pelayanan Rutan Kelas II B Bangkalan Dikeluhkan Masyarakat
Cari Berita

Pelayanan Rutan Kelas II B Bangkalan Dikeluhkan Masyarakat

Tuesday, 10 September 2019

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Bangkalan

BANGKALAN, Madurapost.co.id - Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Bangkalan yang berlokasi di Jl. Pertempuran No.21, Lebak, Pejagan, kec. Bangkalan, kabupaten Bangkalan, Jawa Timur dikeluhkan masyarakat terkait pelayanan yang dianggap tidak memuaskan. Selasa, (10/9/19).

Hal itu dialami oleh keluarga Ari (19) terdakwa kasus kepemilikan senjata tajam (Sajam) asal desa Daleman kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan.

Saat ini, Ari sedang terganggu kondisi kesehatannya, bibirnya bengkak sangat parah sehingga tidak bisa berbicara. Diketahui dari pihak keluarganya bahwa Ari memiliki penyakit tipus.

Satima (54) ibu kandung korban mendapat informasi satu hari sebelumnya dari pihak Rutan, jika terdakwa yang berada di dalam Rutan Kelas II B Bangkalan, besok harus ditangani dokter dari luar, pada jam 07.00 Wib. Setelah mendapat berita ibu tua renta tersebut, langsung berangkat subuh dari Galis karena takut telat.

"Saya berangkat dari rumah dari subuh, sampai di sana 06.30 wib, tapi hingga sekarang masih belum dipanggil sama sekali," ujar Satima saat diwawancara.

Diketahui dari kemarin pihak keluarga sudah mengatur janji dengan Merry bagian kesehatan, bahwa hari ini (10/9/19)  jam 07.00 untuk datang ke Rutan guna pengobatan terdakwa Ari dengan mendatangkan dokter dari luar.

Namun setelah menunggu sekian lama hingga pukul 08.00 Wib tidak ada panggilan terhadap keluarga korban. Maka, keluarga memutuskan untuk membesuk dan menemui ibu Merry di dalam dengan surat yang sudah lengkap.

"Ketika masuk ke dalam saya melihat Ari di atas kursi roda dengan wajah pucat, serta bibir yang sangat bengkak. Saat ditanyakan terhadap Merry tentang kesehatan terdakwa, hanya nada ketus dan sinis yang didapat oleh keluarga," ujar Fatima saat diwawancara.

"Masih bisa makan kan!," Jawab Merry dengan ketus dan mengalihkan pandangan lalu meninggalkan keluarga terdakwa.

Saat dikonfirmasi terhadap Merry bagian kesehatan di Rutan kelas II B Bangkalan terkait tidak konsistennya waktu dan pelayanan,  dirinya menjelaskan bahwa sudah komunikasi dengan pihak dokter  yang menjadi partner Rutan.

"Soalnya rapat dari tadi pagi, saya calling lagi dokternya, karena tadi malam saya telpon katanya iya" Ujarnya saat ditanyakan oleh media.

Terdakwa yang kondisinya sakit baru bisa diperiksa oleh dokter sekita jam 15.00 Wib. Sedangkan keluarga korban menunggu dari jam 06.30 Wib. (mp/sur/rul)