Oknum Anggota TNI Dilaporkan Ke Polisi Militer Setelah Melakukan Penganiayaan
Cari Berita

Oknum Anggota TNI Dilaporkan Ke Polisi Militer Setelah Melakukan Penganiayaan

Saturday, 14 September 2019

DIN Saat melaporkan oknum anggota TNI ke Polisi Militer Pamekasan 

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Seorang pemuda yang mengaku sebagai anggota Prajurit TNI, diduga telah menganiaya DIN (30) warga asal Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan, kejadian itu terjadi saat korban hendak menjemput rekannya di Hotel and Resto Putri di jalan Trunojoyo 107 Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur. Kamis, (12/09/19). Sekira pukul 15:44 Wib.

DIN memenuhi panggilan temannya yang bekerja di Hotel Putri. Diminta untuk segera menjemputnya, karena diancam oleh seseorang.

Sontak tanpa fikir panjang DIN langsung menuju tempat yang dimaksud rekannya itu, karena dari ujung telefon terdengar suara jeritan histeris.

Sesampainya dilokasi, seorang yang mengaku anggota TNI ngamuk membabi buta, sehingga dirinya ditarik dan dicekik lalu menonjok korban dibagian perut.

Akibat insiden tersebut baju korban robek dan mengalami luka lebam dibagian leher dan bagian tubuhnya.

"Saya bingung, salah saya apa kok tiba-tiba mencekik hingga baju saya robek,"ungkapnya saat dimintai keterangan oleh awak media.

Lebih lanjut korban tidak segan-segan melaporkan kejadian tersebut ke Markas Polisi Militer Pamekasan setelah sebelumnya sudah melakukan Visum.

Laporan korban diterima langsung di Markas PM Pamekasan dengan beberapa barang bukti. Dan sudah dalam tahap pengembangan.

"Alhamdulillah, laporan saya direspon baik dan akan segera memproses secepat mungkin,"imbuhnya.

Pelaku yang diduga seorang anggota prajurit tersebut telah melanggar UU TNI, kata DIN melanjutkan, dalam ketentuan UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI), tidak dibatasi apakah anggota TNI tersebut sedang menjalankan tugas atau tidak, sedang menggunakan seragam atau tidak, sehingga dapat diartikan bahwa sekalipun anggota TNI tersebut tidak dalam menjalankan tugas ataupun tidak menggunakan seragam, tetap wajib untuk mematuhi ketentuan mengenai TNI.

"Oknum Anggota TNI yang melakukan pemukulan terhadap warga tidak sedang dalam menjalankan tugas,"pungkas pemuda tersebut yang juga aktivis Pergerakan Pamekasan.

Sampai berita ini diturunkan, pihak media masih melakukan serap informasi lebih lanjut. (mp/rai/zul)