Kepala Sekolah SMPN 3 Geger Diduga Gelapkan Dana BOS Selama Dua Tahun
Cari Berita

Kepala Sekolah SMPN 3 Geger Diduga Gelapkan Dana BOS Selama Dua Tahun

Sunday, 1 September 2019

Kamana Dana BOS SMPN 3 Geger Direalisasikan? Ketika Kondisi Ruang kelas memprihatinkan dan tidak layak untuk ditempati

BANGKALAN, Madurapost.co.id - Ainur Ridla Iksan dianggap tidak becus menjadi Kepala sekolah SMPN 3 Geger Bangkalan. Pasalnya sekolah yang berada di desa Lerpak kecamatan Geger kabupaten Bangkalan itu, sudah dua tahun ini tidak ada bentuk konkrit yang menunjukkan realisasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sabtu, (31/8/19).

Dana BOS anggaran tahun 2018 sebesar Rp. 167.000.000, dan Rp 69.000.000 anggaran tahun 2019 pada triwulan 1 dan 2. Diduga masuk kantong pribadi, pasalnya tidak ada realisasi tapi ada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kegiatan.

Hal itu disampaikan oleh Ahmad Annur pemuda desa Lerpak kecamatan Geger, tentang alokasi fiktif dana BOS di SMPN 3 Geger yang tidak ada bentuk konkrit.

"Hasil investigasi saya terhadap realisasi dana BOS SMP 3 Geger yang terletak di Desa Lerpak, ada indikasi korupsi sekitar Rp. 110.000.000 pada tahun anggaran 2018, dan anggaran 2019 dana BOS triwulan 1-2 sebesar Rp. 69.000.000 juga tidak ada realisasinya. Karena Dana Bos dicairkan namun tidak ada realisasi kegiatan fisik maupun non fisik," paparnya saat diwawancarai oleh wartawan Maduarapost.co.id

Sedangkan menurut Ainur Ridla Iksan kepala sekolah SMP Negeri 3 Geger Bangkalan menanggapi terkait dana BOS yang dikatakan tidak ada realisasi.

"Kalau masalah realisasi kan sudah ada jalannya masing-masing. Maksudnya kan sudah lewat tahun 2018 dan sudah di SPJ kan, saya semakin tidak mengerti dengan pertanyaan itu. Terus isu-isu itu dari mana pak," ujarnya via telepon seluler saat dikonfirmasi.

"Kalau masalah itu, setiap orang melihat dari sudut pandang masing-masing, dan orang akan merasa benar masing-masing. Sebenarnya saya tidak ingin ramai-ramai. Ya biarkan saja berita itu pak. Tapi nanti saja jangan langsung klarifikasi, saya Konsultasi dulu ke dinas takut semakin besar. Ada masalah apa ini sebenarnya, karena selama ini saya sudah tenang, mengikuti aturan yang ada" ujar kepala sekolah asal Arosbaya itu. (mp/sur/rul)