Kejari Tahan Tersangka MK - NI, Jupri Lepas Jabatan Kadisdik Sampang
Cari Berita

Kejari Tahan Tersangka MK - NI, Jupri Lepas Jabatan Kadisdik Sampang

Monday, 9 September 2019

Kasi Pidsus Kejari Sampang Edi Sutomo saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerja.(Foto: Zainal/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co.id - Kejaksaan negeri (Kejari) Sampang terus mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMPN 2 Ketapang, Kecamatan Ketapang. Terbaru, Korp Adhiyaksa menahan dua tersangka yakni MK dan NI (inisial). Senin (09/09/19).

Kasi Pidsus Kejari Sampang, Edi Sutomo mengatakan, penahanan tersangka MK dan NI merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan RKB di SMPN 2 Ketapang. Pihaknya telah menerima pelimpahan berkas perkara tersebut dari Polres Sampang.

Kepala Disdik Sampang M. Jupri Riyadi 
Diterangkan, dalam kasus tersebut kedua tersangka memiliki peran berbeda. MK sebagai peminjam CV. Amor Palapa milik tersangka AZ. Sementara, NI merupakan orang yang membeli dan mengerjakan proyek tersebut. "MK menjual proyek itu ke NI senilai Rp 25 juta. Akibatnya, pembangunan tidak maksimal dan sesuai ketentuan," katanya.

Dalam minggu ini, kedua tersangka akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Surabaya. Mereka di dakwa dengan pasal 2 junto pasal 3, pasal 7 huruf A Undang-undang tindak pidana korupsi, junto 55 ayat 11 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP).

"Kedua tersangka ini satu berkas, dan prosesnya akan menyusul tersangka AZ dipersidangan pengadilan Tipikor Surabaya,” terangnya.

Sementara itu, ditengah bergulir proses pengungkapan kasus tersebut. Santer kabar bahwa M. Jupri Riyadi mengundurkan diri dari jabatan sebagai kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang. Sontak banyak kalangan masyarakat yang mempertanyakan alasan Jupri melepas jabatan strategis tersebut.

Kepada awak media Jupri mengungkapkan alasan dirinya mengundurkan diri dari jabatan kepala disdik (Kadisdik) Sampang tidak lain sebagai bentuk tanggung jawab moral sebagai pimpinan. Dirinya tidak mau kasus yang saat ini menyeretnya membebani dan mempengaruhi kinerja disdik.

Pria yang sudah berpuluhan tahun mengabdi di Disdik itu berharap agar permasalahan yang membelitnya bisa segera selesai tanpa mengabaikan proses maupun mekanisme dari Peraturan dan perundang undangan yang berlaku.

"Keputusan ini sudah bulat dan sudah saya pikirkan dengan matang. Surat pengunduran diri saya sudah masuk ke pak Bupati dan pak Sekretaris daerah (Sekda)," tuturnya.

Terpisah, Bupati Sampang Slamet Junaidi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat pengunduran diri Kepala Disdik. Pihaknya juga telah melakukan rapat bersama Sekda untuk membahas siapa pejabat di lingkungan pemkab yang sementara akan mengisi kekosongan jabatan kepala disdik.

"Kami akan segera angkat pelaksana tugas (Plt). Agar program yang ada di dinas itu berjalan," ujarnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMPN II Ketapang terungkap pada 2017 lalu. Dalam kasus tersebut penyidik Kejari Sampang menetapkan M.Jupri Riyadi dan Akh Rojiun sebagai tersangka.

Saat itu, Jupri Riyadi diketahui menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sementara, AkhRojiun sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). (mp/zen/rus)