Jumlah Armada Damkar Minim, Penanganan Kebakaran Tak Maksimal
Cari Berita

Jumlah Armada Damkar Minim, Penanganan Kebakaran Tak Maksimal

Sunday, 22 September 2019

Petugas Damkar Satpol PP Sampang berusaha memadamkan kobaran api yang membakar toko sembako di Kecamatan Katapang. 
SAMPANG, Madurapost.co.id - Ketersediaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) di Kabupaten Sampang belum ideal. Dampaknya penanganan bencana kebakaran di Kota Bahari selama ini kurang maksimal.

Kasi Ops Damkar Satpol PP Sampang Maftuh Fathorramhan mengatakan, jumlah armada pemadam kebakaran minim dan tidak sebanding dengan wilayah yang ditangani. Akibatnya petugas damkar sering telat datang kelokasi, sehingga kebakaran tidak bisa tertangani.

Tidak semua kajadian kebakaran bisa tertangani. Terutama di wilayah Utara dan barat Kota. Hal itu karena jarak lokasi yang jauh dan medan yang cukup sulit dilalui.

"Lokasi kebakaran yang jauh dari Kota sering kali tidak bisa ditangani. Seperti kejadian kebakaran toko sembako di pasar Madulang, Omben, dan di desa Ketapang Barat, Ketapang," ucapnya. Minggu (21/09/19).

Dijelaskan, idealnya jumlah truk pemadam kebakaran dan mobil tangki penyuplai air masing-masing tiga unit. Sementara, saat ini yang tersedia hanya dua unit truk pemadam dan tangki penyuplai air. Jika ada peristiwa kebakaran di dua lokasi pihaknya meminta bantuan kepada BPBD Sampang.

Sejak 2017 pihaknya sudah mengajukan penambahan armada kepada pemkab. Tapi pengajuan tersebut tidak diterima lantaran minim anggaran dan ada program yang lebih di prioritaskan.

"Jumlah armada kebakaran yang kami punya minim dan tidak sebanding dengan cakupan wilayah yang ditangani. Kebakaran yang tidak tertangani itu di wilayah Utara, kami sering telat datang ke lokasi kejadian," terangnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Sampang, Fadol meminta pemkab memerhatikan betul terkait dengan minimnya armada dakmar. Pemkab perlu menambah jumlah jumlah damkar, jika anggaran terbatas bisa mengurangi pos anggaran program lain.

"Kalau hanya membeli armada damkar, kami rasa pemkab tidak akan kesulitan," katanya.

Politikus PKB itu mengatakan, jika mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) saat terjadi kebakaran petugas harus tiba dilokasi dalam waktu 15 menit. Karena itu, dibutuhkan wilayah manajemen kebakaran (WBK) di wilayah Utara dan barat Kota. Sehingga, semua kejadian kebakaran bisa teratasi.

"Sampang itu terdiri dari 14 Kecamatan. Jadi sudah seharusnya memiliki WBK," tandasnya (mp/zen/rus)