Dinilai Menyalahi Aturan, LSM Gempur Soroti Proyek Saluran Air Berlokasi di Desa Majungan Pademawu
Cari Berita

Dinilai Menyalahi Aturan, LSM Gempur Soroti Proyek Saluran Air Berlokasi di Desa Majungan Pademawu

Sunday, 8 September 2019

Salah satu pekerjaan proyek Saluran yang berlokasi di Dusun Morlaok Desa Majungan Kecamatan Pademawu Pamekasan.(Foto: Candra/Kontributor)

PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Hal yang jadi kebiasaan dan sekarang sudah terbiasa, meskipun dalam aturan sudah jelas diharuskan namun kenyataan dilapangan tidak ada yaitu papan informasi pekerjaan.

Dibalik sebuah pekerjaan proyek di Dusun Morlaok Desa Majungan Kecamatan Pademawu Pamekasan, banyak hal yang perlu pertanyakan satu persatu. Pertama ialah kejelasan proyek tersebut, tak satupun ada papan informasi tertancap di sepanjang proyek. Hal ini juga mendapatkan sedikit respon dan spekulasi miring, seperti yang disampaikan oleh Mastuki anggota Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (LSM-GEMPUR), Minggu (08/09/2019)

"dipikiran saya timbul tanda tanya yang sangat besar, apa maksud peleksana kerja ini tidak terbuka terhadap publik terkait info pekerjaan ini. Seperti asal anggaran pekerjaan ini, pelaksana pekerjaan, dan yang paling penting berapa anggaran yang dikeluarkan untuk pekerjaan yang agak berantakan seperti ini," tutur Mastuki GEMPUR

Bukan hanya masalah ketidakjelasan infomasi pekerjaan proyek tersebut, kualitas pekerjaannya juga luput dari sorotan tajam Mastuki.

"mungkin ini alasan kenapa papan informasi yang harus menampilkan jumlah anggaran tidak terpasang ( sambil meremas adonan yang kering ). Sangat lembut dan halus ketika diremas, bagaimana nanti bisa menahan gesekan arus air kalau diremas sedikit saja sudah jadi serbuk. Sepertinya pekerjaan ini tanpa ada pengawas, karena kalau ada pengawas gak mungkin pekerjaannya asal - asalan seperti ini," tegasnya.

"terus ini juga kenapa berongga - rongga pasangan batunya, apa mungkin lupa meletakkan adonan semen sebelum meletakkan batu," sindirnya.

Informasi yang didapat sementara pekerjaan tersebut ialah dana desa (DD), namun belum bisa dipastikan dikarenakan pihak pemerintah desa ( Kepala Desa ) belum dan tidak dapat dihubungi untuk dimintai kejelasannya. (mp/can/red)