Diduga Karena Nasi Kotak, Pegawai Puskesmas Karang Penang Alami Keracunan Masal
Cari Berita

Diduga Karena Nasi Kotak, Pegawai Puskesmas Karang Penang Alami Keracunan Masal

Thursday, 12 September 2019

Tim Reaksi Cepet dari Dinkes Sampang melakukan pengecekan ke Lokasi  Puskesmas Karang Penang (Foto : Saman/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co.id - Peristiwa keracunan yang dialami beberapa pegawai Puskesmas Karang Penang ditengarai disebabkan karena nasi kotak yang disediakan pihak panitia kegiatan perpisahan yang dilaksanakan  beberapa  waktu lalu.

Menurut salah satu staf Internal Puskesmas Karang Penang Kejadian tersebut memang benar.

"Benar mas, kejadian itu. Ada sekitar 42 orang yang terkena dampak keracunan tersebut itu yang laporan, tapi saya rasa lebih," tuturnya.

Lebih Lanjut KF (inisial) menambahkan,kalau hal tersebut di tengarai akibat dari makanan yang mereka makan pada saat acara tersebut.

"Tidak langsung pada hari itu juga mas, kita makan itu sekitar jam 1, baru malamnya ada yang muntah-muntah. Sekarang saja yang masih di infus ada 7 orang," imbuhnya saat di hubungi Madurapost via telepon selulernya (12/09/2019).

Sebelumnya Kepala Puskesmas Karang Penang, Hartono, Rabu (11/09/2019) mengatakan kalau korban keracunan hanya sekitar 6 orang.

"Ada 6 orang mas, tapi sudah kami tangani," ungkapnya.

Menanggapi Kejadian tersebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menerjunkan tim reaksi cepat (TRC)  untuk melakukan kroscek dan pemeriksaan mendalam terhadap enam pegawai puskesmas  yang menjadi  korban keracunan. Kamis (12/09/19).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi, melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Yuliono mengatakan, setelah mendapatkan laporan terkait dengan peristiwa  keracunan masal yang menimpa pegawai puskesmas Karang Penang, pihaknya segera menindak lanjuti dengan terjun ke lokasi untuk melakukan kroscek dan melihat  langsung kondisi para korban.

"Kami sudah datang ke lokasi. (Puskesmas Karang Penang.Red). Alhamdulillah sekarang semua korban sudah tertangani dengan baik di puskesmas setempat," katanya.

Dikatakan, besar kemungkinan kerancunan yang dialami pegawai puskesmas disebabkan karena nasi kotak catering yang dimakan para korban di acara perpisahan dokter.

"Itu masih dugaan. Kami masih menunggu  hasil pemeriksaan laboratorium," ujarnya.

Ditanya apa langkah yang akan dilakukan  Dinkes apabila keracunan itu betul-betul disebabkan karena nasi kotak yang dipesan dari jasa catering?  "Kalau memang iya, kami akan melakukan  pembinaan dan pendampingan ke pihak pemilik jasa catering itu, kami yakin mereka tidak tahu kalau akan terjadi seperti ini, " tukasya. (mp/man/rus)