Debu Proyek Pengerasan Bahu Jalan Sampang - Ketapang Mengganggu Pengendara
Cari Berita

Debu Proyek Pengerasan Bahu Jalan Sampang - Ketapang Mengganggu Pengendara

Friday, 6 September 2019

Pengendara motor melintas di sekitar lokasi proyek pengerasan bahu jalan di kecamatan Robatal. (Foto Zainal Abidin/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co.id - Pengerjaan proyek pengerasan bahu jalan Sampang - Ketapang hingga saat ini masih berlangsung. Proses pengerukan tanah sepanjang 1,2 kilometer hampir rampung. Selanjutnya, pengerjaan akan diteruskan dengan pemasangan pasir agregat, dan pengecoran.


Tapi, tak sedikit pengendara yang melintas di sekitar lokasi terganggu dengan polusi yang ditimbulkan karena debu proyek tersebut. Terutama para pengendara sepeda motor. 


Abd. Muis, 45, warga desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal menuturkan, debu dari pengerukan tanah beterbangan dan menyebabkan polusi. Kondisi tersebut menggangu konsentrasi dan kenyamanan para pengendara yang melintas di sekitar lokasi proyek.


"Setiap hari saya lewat di jalan ini. Debu proyek beterbangan dan menggangu kenyamanan berkendara. Kondisi ini perlu perhatikan oleh pihak pelaksana," tuturnya. Jumat (06/09/19).


Dirinya berharap kepada pihak penyedia jasa atau kontaktor pelaksana agar bisa lebih memerhatikan dampak yang ditimbulkan. Yakni, dengan aktif menyiram lubang galian agar debu tidak beterbangan. Pasir dan batu kerikil yang bertebaran di jalan raya harus dibersihkan supaya tidak membahayakan pengendara.


Menurut dia, pengerjaan proyek tersebut sudah bagus. Papan informasi proyek sudah ada, dan lubang galian juga sudah dipasang garis pembatas. "Kami hanya minta debunya disiram. Kalau bisa sehari dua kali yakin pagi dan siang, agar sama-sama enak," ucapnya pria yang berprofesi sebagai guru SD di Kecamatan

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Sukandar selaku pihak pelaksana proyek mengaku rutin melakukan penyiraman di lokasi pengerjaan. Setiap hari pihaknya mengoperasikan satu mobil tangki air untuk melakukan penyiraman lubang galian.

"Mobil tangki untuk menyiram debu selalu standby di lokasi. Penyiraman dilakukan seperlunya, kalau terlalu banyak tanah akan becek, itu bisa mempengaruhi proses pemasangan pasir ageregat dan pengecoran," ujarnya.

Dia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut mengawasi pengerjaan proyek tersebut. Pihaknya berjanji akan bekerja dengan profesional, dan selesai tepat waktu.

"Kami juga berterima kasih kepada Madurapost yang juga ikut mengawasi proyek kami. Tentunya kami akan bekerja secara profesional," tukasnya. (mp/zen/rus)