Bupati Baddrut Tamam Sebut aksi Bayaran, Aktivis Mahasiswa Lapor Polisi
Cari Berita

Bupati Baddrut Tamam Sebut aksi Bayaran, Aktivis Mahasiswa Lapor Polisi

Monday, 2 September 2019

Sejumlah Aktivis Mahasiswa mendatangi SPKT Polres Pamekasan untuk membuat Dumas terkait pelecehan yang dilakukan Bupati Pamekasan

PAMEKASAN, Madurapost.co.id- Sejumlah aktivis merasa berang dengan ungkapan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang dinilai melecehkan dan membuat fitnah.

Pidato Baddrut Tamam dalam acara Pamekasan Bershalawat, tgl 31 malam kemarin yang menyinggung terkait aksi unjuk rasa masalah tembakau di halaman kantor Bupati akan berbuntut panjang.

Dalam Pidatonya, Baddrut Tamam mengatakan bahwa yang rugi terkait tembakau hanya satu orang, tapi massa yang demo adalah orang yang dibayar.

"yang rugi satu orang, tapi didemo oleh sejumlah orang yang dibayar" kutipan pidato Baddrut Tamam

Iklal, koordinator aksi, menyatakan Bupati harus minta maaf dan mencabut pernyataannya tersebut. Jika tidak, pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkan hal tersebut secara hukum. Senin, 02/09/2019

“Pidato Bupati yang disampaikan di depan publik itu sangat mencederai golongan aktivis selaku penyampai aspirasi Masyarakat, terkait dengan  rendahnya harga tembakau petani.  Karena apa yang dituduhkan bupati kekami dibayar, sama sekali tidak benar dan fitnah,  kami nilai pernyataan tersebut melecehkan perjuangan teman-teman mahasiswa. Karena itu,  jika bupati tidak bisa membuktikan tuduhan  tersebut, Bupati harus minta maaf dan mencabut pernyataannya tersebut, “ tegas aktivis kelahiran kota Sumenep ini.

Menurut aktivis yang juga  mahasiswa UNTAG Surabaya ini,  pihaknya bertekad untuk membawa hal ini ke proses hukum apabila Bupati tidak segera minta maaf dan mencabut pernyataannya.

Senada dengan Iklal Ketua DPD KNPI Pamekasan, Nur Faisal yang sekaligus Ketua Bidang Hukum dan HAM DPW KNPI Jawa Timur,  sangat menyesalkan pidato Bupati tersebut.

Menurut Faisal, dalam momen sakral tersebut seharusnya Bupati memberikan aura positif terhadap masyarakat dan solusi terkait persoalan tembakau.

" Ini Bupati kok malah melecehkan para aktivis dan teman teman mahasiswa yang menyampaikan aspirasi para petani. Kata Faisal

Oleh karena itu, Nur Faisal mengajak seluruh aktivis LSM, Ormas, OKP, politisi, dan tokoh masyarakat Pamekasan untuk menyatukan sikap membuat petisi tuntutan agar Bupati Pamekasan segera minta maaf dan mencabut pernyataannya. (mp/uki/rus)