Anggaran Program Penutupan Lahan Kritis Hanya Rp 75 Juta
Cari Berita

Anggaran Program Penutupan Lahan Kritis Hanya Rp 75 Juta

Monday, 30 September 2019

Warga berada di salah satu lahan kritis bekas pertambangan galian C di Kecamatan Kedungdung.(Foto: Zainal/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang menjalankan program penghijauan atau penanaman pohon. Program tersebut bertujuan untuk menangani kerusakan lahan hijau.
Akan tetapi, selama ini program tersebut belum maksimal. Pasalnya, setiap tahun DLH hanya menargetkan 16 hektare lahan yang ditanami pohon. Padahal, kerusakan lahan hijau di Sampang mencapai 41.477 ribu hektare.

Kabid Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan DLH Sampang Imam Irawan mengatakan, program penanaman pohon atau tutupan lahan kritis dijalankan setiap tahun. Tahun ini, program tersebut difokuskan di sejumlah wilayah yang merupakan daerah aliran sungai (DAS) kali Kamoning.

Yakni, di Kecamatan Kedungdung, Robatal, Karang Penang, dan Omben. Di wilayah tersebut terdapat  1.122 hektare lahan kritis yang akan direboisasi atau ditanami pohon. Terdiri dari hutan rakyat dan lahan bekas pertambangan galian C.

"Saat ini kami masih fokus di wilayah DAS kali Kamoning. Tiap tahun kami targetkan 16 hektare lahan yang ditanami pohon," kata Irawan. Senin (30/09/19).

Program penghijauan atau penutupan lahan di wilayah DAS kali Kamoning merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemkab Sampang dalam menanggulangi peristiwa banjir yang terjadi setiap tahun. Mengingat, banjir yang terjadi disebabkan karena air kiriman dari Utara.

"Pemkab berupaya menangani banjir dengan cara memperbanyak lahan resapan di wilayah hulu kali Kamoning. Agar saat hujan debit air di sungai tidak sampai meluap dan mengakibatkan banjir," terang Irawan.

Pihaknya tidak menampik jika selama ini program tersebut tak maksimal. Hal itu dikarenakan anggaran dalam program itu minim. Yakni hanya Rp 75 juta, sehingga, dana itu hanya bisa digunakan untuk menutupi lahan 1,5 hektare.

"Penutupan lahan yang kami targetkan memang masih jauh dari kata maksimal. Tapi minimal kita sudah berusaha dengan menggunakan anggran yang ada ," ucapnya.

Dikatakan, untuk lebih memaksimalkan program penutupan lahan. DLH telah menjalin kerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) provinsi Jawa timur. Pihkanya mendapatkan bantuan 40 ribu bibit pohon dari BPDAS untuk ditanam di wilayah tersebut.

"Dari 40 bibit pohon yang ada. 30 persen di antaranya merupakan tanaman produktif yang terdiri dari bibit pohon kelengkeng, durian, dan mente," tuturnya.

Pihaknya akan melibatkan kelompok petani hutan dalam melakukan penanaman. Sehingga, ketika pohon itu sudah berbuah mereka bisa mengambil hasil atau keuntungan dari pohon yang ditanam.

"Program penghijauan atau penutupan lahan kritis perlu dukungan atau peran serta masyarakat. Karena dengan menanam pohon bisa menjaga lahan resapan. Sehingga, meski kemarau air di sumur warga tidak kering," pungkasnya. (mp/zen/rul)