Uang ADD Raib, Oknum Bank Diduga Manipulasi Data dan Tanda Tangan Palsu
Cari Berita

Advertisement

Uang ADD Raib, Oknum Bank Diduga Manipulasi Data dan Tanda Tangan Palsu

Tuesday, 6 August 2019

Ilusrasi
PAMEKASAN, Madurapost.co.id Beredar isu tidak sedap dikalangan pemerintah Desa yang ada di Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, Madura. 

Hal itu berkaitan dengan hilangnya anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 50 juta disalah satu Bank Cabang Pasar Keppo.

Hilangnya uang tersebut diungkap oleh TF yang merupakan salah satu aparatur Desa di Desa Artodung Kecamatan Galis.

TF merasa kaget ketika melakukan pengecekan saldo, ternyata ada pencairan sebesar Rp 50 Jt, Tapi uang tersebut tidak masuk ke Desa.

"Memang ada pencairan saat kami kroscek ke buku tabungan bendahara, tapi dana itu tidak masuk ke Desa,” terang TF, Senin (5/8/2019).

Proses pencairan uang tersebut juga ada dugaan pemalsuan tanda tangan dan stempel milik Desa yang dilakukan oleh oknum pegawai bank.

Memang ada pencairan. Ada tanda tangan, setempel dan serah terima, sementara Desa belum menerima,” ujarnya.

Raibnya uang negara yang menjadi Hak Desa menjadi perbincangan hangat dikalangan pemerintah Desa yang ada dikecamatan Galis.

Begitu juga keterlibatan oknum pegawai bank yang diduga telah ikut bermain

“Ini sudah dimusyawarahkan dengan pihak Desa, semua aparat baik kades dan bendahara justru heran,” katanya. (mp/fat/zul)