Tersandung Korupsi, Syamsul Arifin Digantikan Abdul Rozak sebagai PLT Dispendukcapil Bangkalan.
Cari Berita

Advertisement

Tersandung Korupsi, Syamsul Arifin Digantikan Abdul Rozak sebagai PLT Dispendukcapil Bangkalan.

Monday, 5 August 2019

Saat Bupati Bangkalan membacakan surat Keputusan.(Foto: Suryadi/Biro Bangkalan)

BANGKALAN, (Madurapost.co.id) - Heboh, sebanyak 78 pejabat di Bangkalan terkena mutasi. Senin, (5/8/19).

Bupati Bangkalan Latif Amin Imron melakukan mutasi jabatan di pemerintahan Kabupaten Bangkalan besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 78 pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN)  Dilantik mengisi jabatan baru.

Salah satunya adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yang awalnya dijabat oleh Syamsul Arifin  harus diturunkan dengan paksa.

Pasalnya Syamsul Arifin tersandung kasus yang sangat memilukan yaitu kasus tindak pidana korupsi pengadaan kambing etawa senilai 9,2 miliar di tahun 2017 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Bangkalan pada (2/5/19).

Bupati Bangkalan mengungkapkan masih menunggu proses hukum, dan ini juga pembelajaran bagi pejabat yang lain, agar nantinya ketika menjalani tugas tidak menyalahi wewenang dan melanggar undang-undang yang ada.

"Kita sudah mengambil langkah untuk pengganti pelaksana tugas, agar kegiatan dimasing-masing OPD tidak terhambat" ujarnya saat diwawancarai oleh awak media.

"Kita serahkan sepenuhnya kepada kejaksaan, mudah-mudaha para pejabat terkait  menghormati  dan mematuhi proses hukum yang dijalani," imbuhnya

Untuk mengisi kekosongan Dispendukcapil bupati Bangkalan melantik Abdul Rozak sebagai PLT agar pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan sesuai dengan ketentuan. Pelantikan itu berlangsung di Pendopo Agung Bangkalan  Jl. Letnan Abdullah, bersama 78 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang dirotasi.

Sedangkan untuk OPD yang tetap kosong di Kabupaten Bangkalan masih menunggu proses lelang, sementara masih di PLT.(mp/sur/rul)