Sindikat Narkoba Internasional Jaringan Sokobanah, Polisi Diduga Asal Tangkap
Cari Berita

Sindikat Narkoba Internasional Jaringan Sokobanah, Polisi Diduga Asal Tangkap

Wednesday, 21 August 2019


Saat Reporter Madurapost.co.id berkunjung kerumah keluarga Niatun Di Desa Sokobanah Daya, Sampang, Madura.(Foto: Imron Muslim/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co.id - Kerja keras Kepolisian Polda Jawa Timur untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia yang bersumner dari Kecamatan sokobanah mulai menemukan hasil yang maksimal.

Hal itu berdasarkan barang bukti yang berhasil di amankan pihak Kepolisian Polda Jawa Timur sejak Pebruari sampai Juli 2019 sebanyak 49,93 kg sabu dan 99 Pil Ekstasi.

Dari barang bukti tersebut, Pihak kepolisian berhasil menangkap lima orang tersangka dan satu diantaranya perempuan bernama Niatun.

Niatun yang saat ini ditahan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan Narkoba seberat kurang lebih 3 kg.

Dalam operasi penangkapan terhadap Niatun, Aparat kepolisian menggunakan Helekopter dan personel kepolisian yang dilengkapi senjata api laras panjang. 23/07/2019

Penangkapan Pihak kepolisian terhadap Niatun menimbulkan stigma negatif masyarakat sekitar desa Sokobanah yang mengetahui peredaran narkoba didesa dengan penduduk mayoritas sebagai TKI di Malaysia tersebut.

Saat Crew madurapost.co.id melakukan penelusuran terhadap masyarakat Desa Sokobanah, 16/08/2019. Ditemukan beberapa fakta yang tidak di ekpos oleh pihak kepolisian.

Siapa Niatun ?

Niatun (56 th) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap hari bekerja sebagai tukang pijat dengan upah Rp 25.000.

Selain tukang pijat, Niatun juga sering membantu Suaminya (Jasuli) yang setiap hari bekerja sebagai petani.

Niatun, bersama putrinya, Zahroh saat akan ditangkap Polisi

Dari pernikahannya dengan Jasuli, Niatun mempunyai tiga orang anak. 1 Timuna (31), 2 Ali Yanto (27), 3. Zahro (17).

Timuna adalah anak pertama Niatun, Bekerja sebagai TKW Di Malaysia. Pada Bulan Mei 2019, Timuna menikah dengan Salimun. Pernikahan keduanya berlangsung di Malaysia.

Asal Narkoba 3 Kg Dirumah Niatun

Berdasarkan pengakuan Jasuli, Bahwa barang haram tersebut dikirim dari Menantunya (Salimun) yang berada di Malaysia.

Jasuli sebagai suami Niatun juga tidak mengetahui bahwa salimun akan mengirimkan paketan yang didalamnya ada Narkoba seberat 3 Kg.

Berdasarkan pengakuan Zahroh, Anak Niatun yang sering menerima telpon dari  Salimun tidak pernah memberitahukan bahwa dalam paketan tersebut terdapat narkoba.

Salimun hanya Berpesan kalau paketan sudah sampai, agar segera dibuka dan beberapa bungkus barang harus dipisah dan disimpan, Karena akan ada orang yang mau mengambil.

Pada Tanggal 23 Juli 2019 Sekitar Jam 08.00 WIB Paketan yang dikirim Salimun Sampai kerumah Niatun. Paketan tersebut dikirim atas nama penerima Armuna.

Sedangkan Nama Armuna adalah ipar dari Niatun yang saat ini juga bekerja di Malaysia sebagai TKW.

Karena Armuna yang di maksud dalam paketan tersebut Berada di Malaysia, Maka Niatun yang mengambil Paketan tersebut setelah mendapat telepon dari Salimun.

Tanpa ada kecurigaan dari Zahroh dan Niatun, Paketan yang diterima oleh Niatun Dibuka. 

Didalam paketan tersebut ada beberapa pakaian dan perabotan Rumah tangga dan bungkusan aluminium yang oleh salimun diminta untuk di simpan.

"Ya disuruh pindah dan simpan, Nanti sore akan ada orang yang akan mengambil" Kata Zahroh

Setelah Jam 14.30 pada hari itu juga, Polisi gabungan dari Polda Jawa Timur dengan menggunakan Helekopter dan menggunakan Mobil Pribadi langsung menuju rumah Niatun.

Dari penggeledahan tersebut, Polisi menemukan beberapa paket narkoba yang sebelumnya diminta oleh salimun untuk disimpan.

Karena merasa takut dengan ancaman dari pihak kepolisian, Niatun mengakui bahwa barang tersebut dikirim oleh menantunya di Malaysia.

Ahirnya Polisi mengamankan Niatun Bersama Zahroh untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan Polisi, Niatun ditetapkan sebagai Tersangka Pemilik Sabu sebanyak 3 Kg. Sedangkan Zahroh dilepas dan ditetapkan sebagai saksi.

Reaksi Masyarakat Desa Sokobanah

Penangkapan dan penetapan Tersangkan terhadap Niatun yang diduga sebagai pemilik Narkoba sebanyak 3 kg merupakan Tindakan tergesa dari pihak kepolisian.

Polisi dianggap asal tangkap dan menjadikan Niatun Sebagai aktor utama kepemilikan Narkoba sebanyak 3 Kg Tersebut.

Hal itu disampaikan ZL (Inisial) warga Desa Sokobanah daya yang mengetahui secara pasti kehidupan Niatun dalam kesehariannya.
"Kalau Polisi menjadikan Niatun sebagai tersangka utama, atau di anggap Bandar, Sangat jelas ini adalah kesalahan yang sangat fatal" Kata Zl

Kalau Niatun dianggap bersalah karena menerima barang itu dan tidak melapor kepada pihak kepolisian. Bagi pihak keluarga bisa memaklumi. Karena Niatun Tidak mengetahui bahwa barang tersebut Adalah Sabu Sabu.

"Niatun ini tidak tahu mas, Kalau yang disuruh simpan oleh salimun adalah Narkoba, Karena Niatun ini memang orang desa yang tidak tahu apa apa, termasuk tidak bisa membaca" kata Jazuli

Tanggapan Pihak Keluarga Niatun

Pihak keluarga berharap agar Polisi, Jaksa dan Hakim yang bertugas mengurus persoalan tersebut bisa mengerti kondisi dan fakta yang sebenarnya.

Jasuli sebagai suami Niatun mengatakan, Jika istrinya benar benar melakukan apa yang disangkakan polisi. Maka dirinya pasrah.

"Kalau istri saya bersalah pak, jangankan dihukum seumur hidup, Meskipun dihukum mati saya ikhlas pak" Kata Jasuli kepada wartawan.

Pihak keluarga berharap agar Niatun mendapatkan keadilan. Karena pihak keluarga yakin, Bahwa Niatun tidak bersalah seperti yang disangkakan Pihak kepolisian.

Sebagaimana diketahui, Satgas Narkoba Polda Jatim menggagalkan penyelundupan sabu hampir seberat 50 kg ke wilayah Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura. Serbuk kristal tersebut dikirim oleh bandar besar di Malaysia melalui lima jaringan narkoba besar di Jatim.

Alurnya, sabu dikirim melalui kawasan perbatasan, seperti Batam dan Pontianak menuju Jakarta. Setelah itu, sabu dikirim menggunakan jalur darat ke Surabaya dan Madura, selama periode sejak Februari 2019 lalu hingga Juli ini. 

“Semua narkoba bermuara ke sana (Sokobanah, Sampang, Madura),” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Mapolres Tanjung Perak Surabaya, Rabu (31/7/2019).

Diantara 50 Kg Paket sabu tersebut, Sebanyak 3 Kg berhasil diamankan pihak kepolisian dirumah Niatun Dusun lonnangkek Desa Sokobanah Daya Kecamatan Sokobanah, Sampang, Madura. (mp/ron/rus)