Sempat Diancam, Warga Tetap Laporkan Oknum Pendamping PKH
Cari Berita

Advertisement

Sempat Diancam, Warga Tetap Laporkan Oknum Pendamping PKH

Thursday, 1 August 2019

Warga Desa Lajing saat mendatangi kantor Kejari Kabupaten Bangkalan.(foto: Suryadi/Biro Bangkalan)

BANGKALAN, (Madurapost.co.id) - Terkait Dugaan penggelapan dana PKH, Sekitar 10 orang warga Desa Lajing mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan. (31/7/2019).

Sangat miris yang dialami oleh
Satima (50) warga desa Lajing, Ia tidak pernah menerima uang dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah menjadi haknya. 

Dugaan penggelapan dana PKH itu baru diketahui saat ia menge-print buku tabungan di bank, ternyata ada penarikan uang tanpa sepengetahuannya.

"Ketika buku tabungan diprint saldo tinggal 20 ribu, padahal saya tidak pernah mengambil, dan juga ada penarikan 6 juta yang saya tidak ketahui,"  Ujarnya sambil menghapus air mata.

Sipenerima PKH sudah meminta keterangan terhadap aparat desa dan pendamping PKH, namun tidak mendapatkan jawaban yang jelas.
Bahkan, saat oknum pendamping PKH ditelepon justru marah-marah dan bilang cerewet.

Atas kejadian tersebut mereka sempat mendatangi Kantor Dinas Sosial setempat. Pihak dinas memastikan jika uang PKH sudah cair.

Oleh sebab itu mereka mendatangi penegak hukum Kejaksaan Negeri Bangkalan agar mengusut tuntas permasalahan ini. Mereka juga mengaku diancam sebelum berangkat ke Kantor Kejaksaan.

“Tolong kami pak, ini diproses. Sebab, sudah banyak yang mengancam sebelum saya kesini tadi, agar tidak melaporkan,” paparnya.

Menurut Nur Hayati (55) dari desa lajing kecamatan Arosbaya kabupaten Bangkalan juga mengalami hal serupa. Ia merasa sudah ditipu oleh pihak pendamping, karena sudah tiga tahun lebih mendapatkan PKH, tapi hanya menerima empat kali dari bank BRI. Bahkan ada penarikan tanpa sepengetahuannya.

“Saya mencairkan hanya empat kali. total 1.800 ribu rupiah selama 3 tahun lebih, sedangkan di dalam saldo hanya tersisa 60 ribu rupiah. Ketika ditanyakan ke dinas terkait uangnya sudah cair,” paparnya di Kantor Kejaksaan Negeri, Bangkalan

"Bahkan awal pembuatan buku tabungan, kami juga diminta sumbangan oleh oknum pendamping PKH sebesar Rp50 ribu," imbuhnya.

Putu Arya Wibisana selaku Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangkalan,  menyampaikan, pihaknya akan menindaklanjuti setelah warga selesai membuat laporan.

“Siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, kami bersama tim akan mendalami untuk mengungkap pelakunya,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Setidjabudhi selaku Kepala dinas Sosial (Dinsos) mengungkapkan jika pihaknya akan memanggil oknum-oknum terkait penyelewengan dana PKH.
"Kita akan evaluasi, prefikasi,dan monitoring untuk memanggil pihak terkait,"(1/8/19)
tegasnya saat diwawancara. (mp/sur/rul).