Sebanyak 5,2 Juta BPJS PBIN Hari Ini Dinonaktifkan, Diantaranya Termasuk Wilayah Pamekasan
Cari Berita

Advertisement

Sebanyak 5,2 Juta BPJS PBIN Hari Ini Dinonaktifkan, Diantaranya Termasuk Wilayah Pamekasan

Thursday, 1 August 2019

Foto: Google
PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Sebanyak 5,2 juta Peserta Penerima Bantuan Iuran Negara (PBIN) akan dinonaktifkan mulai hari ini Kamis 1 Agustus 2019 oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau (BPJS) Kesehatan.

Penonaktifkan BPJS PBIN berdasarkan, surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2019 tentang penonaktifan dan perubahan data peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan.

Pada hari Rabu, 31 Juli 2019. Staf Khusus Menteri Sosial Febri Hendri dalam konferensi pers di kantor BPJS, Cempaka Putih, Jakarta Pusat mengatakan, Kementerian Sosial saat ini sedang melakukan pemutakhiran data fakir miskin dan orang tidak mampu.

"Kemensos tengah melakukan pemutakhiran data bersama pemerintah daerah sehingga ada pembaruan data terpadu fakir miskin dan orang tidak mampu,"ujarnya. Dilansir dari Tempo.co

Dari 5,2 juta peserta, kata Staf Khusus Menteri Sosial Febri Hendri sembari melajutkan, yang namanya dicoret dari PBI, 114 ribu jiwa diantaranya tercatat telah meninggal dunia.

"Sedangkan peserta lainnya yang dinonaktifkan adalah mereka yang sejak 2014 tidak pernah mengakses layanan kesehatan ke faskes yang telah ditentukan," katanya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Maaruf memastikan, jumlah kepesertaan PBIN tidak berkurang kendati ada penonaktifan. Sebab, BPJS Kesehatan akan langsung mengganti peserta lama dengan peserta baru yang masuk daftar Data Terpadu Kementerian Sosial (DTKS).

"Walaupun ada penonaktifan, jumlah kepesertaannya tidak berkurang karena akan langsung mengganti peserta lama dengan peserta baru sesuai DTKS,"ungkapnya memastikan

Bila peserta yang dinonaktifkan sebetulnya mampu membayar iuran BPJS Kesehatan, Iqbal mengatakan peserta dapat langsung mengalihkan jenis kepesertaannya ke segmen pekerja bukan penerima upah atau PBPU alias peserta mandiri.

"Pilihan hak kelas rawat disesuaikan dengan pembayaran iuran," tuturnya.

Iqbal melanjutkan, peserta nonaktif tidak akan lagi memperoleh jaminan pelayanan kesehatan secara otomatis. Namun, peserta tetap dapat dijaminkan kembali dengan mendaftarkan diri ke Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan setempat.

"Mereka nanti akan menjadi peserta PBID APBD yang iurannya dijaminkan oleh pemerintah daerah," ucapnya.

Menindak lanjuti Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79 Tahun 2019. Kabid Sumber Daya Manusia Umum Komunikasi Publik (SDMUKP) Kantor BPJS Pamekasan. Eko Dwi Kesdu memastikan, diwilayahnya pastinya terdampak penonaktifan dari 5,2 juta BPJS PBIN tersebut, namun dirinya tidak mengetahui berapa peserta yang dinonaktifkan.

"Tentunya ada, karena sifat kepesertaan PBIN adalah seluruh wilayah Indonesia. Terkait jumlahnya, silahkan tanya ke Dinsos setempat, berapa kira-kira jumlah yang dinonaktifkan,"kata Eko Dwi Kesdu saat dikonfirmasi melalaui line WhatshApnya.

Perlu diketahui oleh khalayak ramai, saat ini jumlah peserta PBIN seluruhnya sebanyak 96,8 juta jiwa. Angka itu setara dengan 36 persen penduduk Indonesia yang secara total berjumlah 264 juta jiwa. (mp/rai/rus)