Saluran Pipa PDAM di Kedungdung Dirusak Pengerjaan Proyek Jalan
Cari Berita

Advertisement

Saluran Pipa PDAM di Kedungdung Dirusak Pengerjaan Proyek Jalan

Friday, 16 August 2019

Pengendara melitas di sekitar galian proyek pelebaran jalan provinsi di Kecamatan Kedungdung. 

SAMPANG, Madurapost.co.id - Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa timur menjalankan proyek pelebaran jalan provinsi di Kecamatan Kedungdung. Tapi pengerjaannya dikeluhkan warga. Lantaran pengerukan tanah yang dilakukan merusak saluran pipa PDAM yang tertanam di dalam tanah.

Pantauan Madurapost, ada tiga titik lokasi pipa PDAM yang bocor. Yakni, di desa Komis, di depan SMPN 1 Kedungdung, dan di depan masjid Kedungdung. Tapi hingga saat PDAM Trunojoyo Sampang belum melakukan perbaikan. Akibatnya, air yang seharusnya sampai kerumah warga atau pelanggan justru lebih banyak menggenang di pinggir jalan.

Pengerjaan proyek itu juga tak dilengkapi papan pengumuman kontraktor yang menjadi pelaksana. Disisi kiri jalan terdapat kubangan memanjang, hal itu membuat jalan sempit. Parahnya lagi, di sepanjang kubangan di pinggir jalan raya itu tidak dipasang pembatas. Kondisi tersebut bisa saja membahayakan keselamatan pengendara yang melintas di jalan dekat proyek tersebut.

Mahrus Tibe, warga desa Komis, Kecamatan Kedungdung mengaku senang karena jalan diperlebar. Namun, pengerjaan proyek merusak pipa PDAM. Rusaknya pipa akibat pengerukan tanah yang telah dilakukan pihak pelaksana proyek pelebaran jalan. Kerusakan pipa sudah sepekan, tapi sampai saat ini belum ada perbaikan.

"Pihak pelaksana kurang hati-hati saat melakukan pengerukan tanah. Hingga mengakibatkan pipa air bocor," ujarnya Jumat (16/08/19).

Dia mengatakan, popipa yang rusak itu pipa besar atau transmisi. Akibatnya, pendistribusian air PDAM ke pelanggan terganggu. Air lebih banyak menggenang di pinggir jalan, sebagian warga memilih memperbaiki pipa sendiri karena sampai sekarang belum ada perhatian dari pihak terkait.

Pria 35 tahun itu menuturkan, semenjak pengerjaan jalan tersebut dimulai, aktivitas warga terganggu. Sebab tanah bekas galian dibiarkan menumpuk di pinggir jalan. Akses jalan ke kampung juga banyak yang rusak.

Seharusnya, kerukan tanah tidak ditumpuk dipinggir jalan, dan akses warga tidak dirusak. "Kalaupun akses ke perkampungan harus dibongkar, ya dicarikan solusi bagaimana caranya agar aktivitas warga tak terganggu,"katanya.

Dia berharap proyek pelebaran jalan segera selesai. Pihak pelaksana pengerjaan proyek juga harus lebih memerhatikan dampak yang ditimbulkan. Sarana dan prasarana (sarpras) yang rusak akibat pengerukan dan semacamnya hendaknya diperbaiki. Tujuannya agar warga tidak akan merasa terganggu dengan adanya pengerjaan proyek jalan. Galian juga harus dipasangi garis, agar pengendara bisa lebih waspada saat melintas di sekitar galian.

"Kami harap pihak pelaksana maupun PDAM Trunojoyo bisa secepatnya memperbaiki pipa air yang rusak. Karena air bersih merupakan kebutuhan sehari-hari," harapnya.

Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Trunojoyo Sampang, Yazid Solihin mengaku sudah mengetahui terkait dengan kerusakan pipa PDAM yang dikarenakan pengerjaan proyek pelebaran jalan di lokasi tersebut. Pihaknya masih menunggu koordinasi atau surat permohonan kerjasama dari pihak pelaksana proyek untuk melakukan perbaikan pipa air yang bocor atau rusak.

"Sampai sekarang kami belum menerima surat itu dari pihak pelaksana proyek," terangnya.

Terpisah, Koordinator pengawas jalan UPT PU Bina Marga provinsi Jatim di Sampang, Moh. Tami mengatakan, proyek pelebaran jalan provinsi di lokasi tersebut merupakan program lanjutan. Lokasi pengerjaan di mulai dari desa Moktesareh sampai Komis, kecamatan Kedungdung. Saat ini pengerjaan masih dalam tahap pengerukan tanah dan pengecoran.

Pihaknya membenarkan jika dalam proses pengerukan tanah membuat pipa PDAM di beberapa titik bocor. Namun, pihaknya mengklaim hal itu tidak disengaja oleh pihak pelaksana proyek. Dia menyebut, kedalaman pipa hanya satu meter tertanam di tanah.

Seharusnya, lanjut Tami, sesuai aturan pipa PDAM harus tertanam dengan kedalaman minimal 1,5 meter. "Ini bukan murni kesalahan kami dan pihak pelaksana proyek. Tapi salah PDAM atau dinas terkait yang memasang kedalaman pipa tidak sesuai ketentuan," tandasnya. (mp/zen/rus)