Proyek Swadaya di Desa Akkor Diklaim Program DD, Warga Datangi Polres Pamekasan
Cari Berita

Proyek Swadaya di Desa Akkor Diklaim Program DD, Warga Datangi Polres Pamekasan

Thursday, 29 August 2019

Sebanyak 25 warga Desa Akkor, Kecamatan Palengaan mendatangi Polres Pamekasan menindak dugaan penggelapan proyek DD/ADD. 
PAMEKASAN, Madurapost.co.id - Dugaan penggelapan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) di Desa Akkor, Kecamatan Palengaan, direspon serius masyarakat. Mereka mendatangi Polres Pamekasan untuk melakukan audiensi, Kamis (29/8/2019).

Pasalnya, ada sejumlah titik pembangunan proyek desa yang diklaim DD/ADD. Padahal itu hasil swadaya masyarakat. Sebanyak 25 orang warga ikut mengecam dugaan penggelapan program tersebut.

Koordinator audiensi, Abdurrahim menjelaskan, kepala desa dinilai kurang bertanggung jawab terhadap pembangunan desa. Sebab proyek hasil swadaya diklaim program desa.

Seperti pembangunan jalan makadam di Dusun Akkor Tenga. Pengakuan masyarakat tidak ada dana masuk dari pemerintah desa.

"Kami kerja sendiri nampung batu sendiri dan sumbangan sukarela dari masyarakat. Karena hal ini murni menjadi kepentingan masyarakat," ungkapnya di hadapan penyedik.

Dihadapan Kasat Reskrim Iptu Andre Setya Putra, melalui Iptu Anwar Subagyo, ia menyampaikan bahwa pihaknya tidak terima jika dirinya dibohongi oleh Kepala Desa.

"Pembangunan jalan makadam itu hasil swadaya masyarakat kenapa di klaim menggunakan ADD/DD. Hal ini sangat jelas pemasangan prasasti dengan Anggaran Rp 66 juta,"  kata dia.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan melalui Iptu Anwar Subagyo menyambut baik 25 masyarkat Desa Akkor. Ia akan menyampaikan kepimpinannya. Namun pimpinannya dikabarkan sedang berada di luar kota.

"Kami siap menampung semua aspirasi dan kami akan sampaikan ke pimpinan agar segera di tindaklanjuti sesuai dengan prosedur," janjinya. (mp/fat/rus)