Penggunaan DAK di SMP 2 Tanjung Bumi Bangkalan Tidak Sesuai RAB
Cari Berita

Advertisement

Penggunaan DAK di SMP 2 Tanjung Bumi Bangkalan Tidak Sesuai RAB

Saturday, 10 August 2019

Nurhasan ketua komisi D DPRD Bangkalan saat melakukan sidak di SMP 2 Tanjung Bumi

BANGKALAN, (Madurapost.co.id) - Dewan menemukan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dioperasikan SMP 2 Tanjung Bumi Tidak sesuai dengan RAB. Sabtu, (10/8/19).

Pasalnya dalam RAB dijelaskan, untuk penggunaan bahan sudah ditentukan, diantaranya pengadaan pasir yang harus pasir Jawa (pasir hitam). Sedangkan di SMP 2 Tanjung Bumi ditemukan menggunakan bahan dari pasir kuning.

Masyhudi Risman selaku kepala sekolah SMP 2 Tanjung Bumi  menjelaskan perihal pasir yang digunakan kualitasnya sama.

"Kata tukang pasir kuning sama kualitasnya dengan pasir hitam," ujar kepala sekolah.

"Jika nanti pihak dewan menginginkan untuk diganti, maka akan kami ganti terkait pasir yang digunakan dalam pembangunan," imbuhnya.

Renovasi ruang kelas sekolah dikerjakan oleh delapan tukang dalam jangka waktu empat bulan dari Mei-Agustus 2019

"Renovasi dari DAK masih mencapai 50% target selesai Desember 2019 dengan anggaran  Rp. 100.000.000, sedangkan yang turun masih Rp. 60.000.000" ujar mantan kepala sekola SMP 3 kokop itu.

Sedangkan menurut Abdurrahman anggota komisi D DPRD Bangkalan memaparkan, bahwasannya ronovasi pemasangan keramik tidak sesuai dengan RAB.

"pasir yang digunakan itu pasir kuning, padahal di dalam RAB harus menggunakan pasir Jawa (pasir hitam)," ujar besutan partai Demokrat yang menjabat 2014-2019.

Nurhasan ketua komisi D menambahkan, bahwa dirinya sudah bertanya kepada kepala sekolah, alasan penggunaan pasir kuning itu hanya sebagai bahan tambahan dari pasir hitam agar semakin lengket.

"Jika penggunaan pasir kuning sebagai bahan tambahan untuk membuat  lengket ya tidak apa-apa, tapi jika di RAB harus menggunakan pasir hitam lebih baik tidak usah menggunakan pasir kuning sama sekali," tegasnya.(mp/sur/rul).