Penggunaan Bahasa Indonesia di Bangkalan Harus Diperbaiki
Cari Berita

Advertisement

Penggunaan Bahasa Indonesia di Bangkalan Harus Diperbaiki

Tuesday, 13 August 2019

Setya Budhi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan

BANGKALAN, Madurapost.co.id- Berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat diartikan sebagai pemakaian kata-kata dalam ragam bahasa yang serasi dan selaras dengan sasaran atau tujuannya, dan yang terpenting lagi adalah mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar.

Pasal 30 undang-undang pasal 30 no 24 tahun 2019, dinyatakan bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pelayanan administrasi publik di instansi pemerintah.

Untuk menindaklanjuti berbagai ketentuan tersebut, Bupati Bangkalan, Latif Amin Imron melalui sekertaris daerah (Sekda) Setya Budhi menjelaskan pemerintah kabupaten   (Pemkab) Bangkalan sudah menerbitkan surat edaran perihal penggunaan bahasa negara diruang publik di kabupaten Bangkalan.

Ditujukan kepada pejabat di lingkungan pemerintah sebagai upaya mengoptimalkan penggunaan bahasa Indonesia pada media luar ruang.

Berpartisipasi lebih aktif dalam pengutamaan bahasa negara, terutama dalam kegiatan penyelenggaraan pelayanan publik. Mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia pada lima objek ruang publik diantaranya nama lembaga gedung, jalan, apartemen atau pemukiman, perkantoran, komplek perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, dan lembaga pendidikan, serta juga penunjuk jalan dan fasilitas umum.

Sementara menurut Mustakim selaku kepala Balai Bahasa Jawa Timur dengan adanya sumpah pemuda, bahasa Indonesia dijadikan bahasa nasional

"Jangan sampai bahasa asing menjadi bahasa nasional," ujarnya Selasa, (13/8/19).

"Orang-orang yang nasionalis berjuang untuk negara menggunakan bahasa Indonesia, pada tahun1945 merdeka, sehari kemudian ditetapkan dalam pasal 30, Bahasa negara adalah bahasa Indonesia," imbuhnya saat memaparkan. (mp/sur/rul).