Pemkab dan PHE WMO Ingkar Janji Tentang Penyelesaian Sengketa Mangrove Sepulu
Cari Berita

Pemkab dan PHE WMO Ingkar Janji Tentang Penyelesaian Sengketa Mangrove Sepulu

Thursday, 22 August 2019

Keindahan wisata Mangrove dilokasi sengketa yang tidak kunjung disekesaikan
BANGKALAN, Madurapost.co.id 
Janji manis yang diutarakan oleh PHE WMO dan Pemerintah kabupaten (Pemkab) saat ingin diresmikannya Wisata Taman Pendidikan Mangrove (TPM)  Sepulu, hingga saat ini masih belum ada kepastian, Kamis (22/8/19).

Pasalnya sebelum peresmian sengketa tanah di atas lahan yang dibangun saung dan aula di TPM Sepulu belum selesai. Diungkapkan oleh Supriyadi kepala desa Sepulu bahwasannya setelah satu minggu dari peresmian TPM, warga akan dikumpulkan oleh pihak PHE WMO dan Pemkab Bangkalan yang akan mengundang tokoh masyarakat, perhutani, dan BPN.

Saat ini, Supriyadi masih menunggu penyelesaian sengketa tanah yang belum selesai. Pasalnya sengketa tanah yang dijadikan tempat pembangunan saung dan aula masih belum kelar. Hal ini menjadi ke khawatiran tersendiri bagi masyarakat setempat.

"Hingga saat ini masih belum ada kepastian, akhirnya saya sendiri yang bingung, karena masyarakat menanyakan semua terhadap saya," kesahnya.

Tidak tepatnya janji PHE WMO membuat resah masyarakat di desa Labuhan kecamatan Sepulu kabupaten Bangkalan, dengan permasalahan yang dinilai tidak mampu diselesaikan oleh pihak Pemkab dan Pertamina.

"Kapan mau diselesaikan, pemkab seperti itu, dan Pertamina ya juga seperti itu. Tidak ada kejelasan" ujar Supriyadi saat dikonfirmasi.

Jika kedepannya permasalahan sengketa TPM  tidak ada kejelasan. Maka, kepala desa akan mengambil kebijakan untuk membuat warganya tetap aman dan tentram.

"Jika tidak ada kejelasan, TPM akan tetap saya tutup, saya nanti akan rembukan dengan aparat," tegas Supriyadi selaku kepala desa labuhan kecamatan Sepulu. (mp/sur/rul)